AS Bujuk Saudi Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel

25 views
150 kalangan bangsawan Arab Saudi termasuk Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdul Aziz al Saud yang juga gubernur Riyadh terinfeksi Covid-19. Virus ini menyerang siapa saja, tanpa memandang agama, kepercayaan dan ideologi, sudah menyebar di 204 negara.

JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo meminta Arab Saudi mempertimbangkan agar membuka hubungan diplomatiknya dengan Israel. Permintaan ini disampaikan Pompeo saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Rabu (14/10).

Dia membujuk Saudi, kalau AS bakal mendukung program penjualan senjata yang canggih jika Kerajaan Saudi mau menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Kami berharap Arab Saudi akan mempertimbangkan untuk menormalisasi hubungannya juga. Kami juga berterima kasih kepada Arab Saudi, atas bantuannya atas keberhasilan Abraham Accords sejauh ini,” ujar Pompeo dikutip rmol, Kamis (15/10).

Abraham Accords adalah perjanjian dibukanya hubungan diplomatik antara Israel dengan dua negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab (UEA) Bahrain. Perjanjian yang diperantarai oleh AS dalam penyelarasan strategis negara-negara Timur Tengah melawan Iran.

Pompeo berharap, Saudi juga mendorong para pemimpin Palestina atau Otoritas Palestina untuk kembali berunding dengan Israel. “Mereka mencerminkan dinamika yang berubah di kawasan, di mana negara-negara dengan tepat mengakui kebutuhan kerjasama kawasan untuk melawan pengaruh Iran dan menghasilkan kemakmuran,” sebutnya.

Saat ini, AS berusaha membujuk lebih banyak negara Teluk untuk mencapai kesepakatan serupa dengan Israel. Sebelumnya, Arab Saudi menyusun inisiatif pada 2002, di mana negara-negara Arab bersedia membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Namun dengan syarat, Palestina diakui sebagai sebuah negara dan penarikan penuh Israel dari wilayah yang mereka rebut pada 1967.