Ratusan Pengungsi Rohingya Protes Penyiksaan terhadap Komunitasnya

Pengungsi Rohingya di Camp Bangladesh. Foto: Anadolu

DHAKA – Ratusan pengungsi Rohingya di Bangladesh menentang pembunuhan dan penyiksaan anggota komunitas mereka di Myanmar.

Dengan memegang spanduk dan plakat bertuliskan “Selamatkan Rohingya dari pembunuhan massal. Hentikan genosida terhadap Rohingya”, Rabu (14/10/2020).

Para pengungsi di sebuah kamp berkumpul dan membentuk rantai manusia untuk menuntut segera diakhirinya pembunuhan dan penyiksaan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

“Karena ada pembatasan, kami tidak mengumpulkan dalam jumlah besar. Sekitar 300 anggota kami secara damai mengambil bagian dalam demonstrasi hari ini hanya untuk menyoroti bahwa [orang-orang] kami masih dibunuh di Myanmar,” kata Ansar Ali, seorang warga Rohingya di kamp tersebut, kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan salah seorang sepupunya ditembak mati oleh militer Myanmar pada Selasa.

“Hampir setiap hari Tatmadaw [Tentara Myanmar] membunuh Rohingya di Arakan [Rakhine],” tambah Ali.

Menurut dia, ratusan warga Rohingya telah meninggalkan rumah mereka karena kekerasan yang sedang berlangsung di negara bagian Rakhine.

Dikutip dari Anadolu Agency, Amnesty International baru-baru ini menemukan bukti baru tentang serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil di Myanmar barat, sementara Human Rights Watch telah memperingatkan terhadap marginalisasi jangka panjang Rohingya.