Ratusan Santri di Pesantren Cipasung Positif Covid-19, LKC DD Salurkan Bantuan APD dan Logistik

LKC DD salurkan bantuan APD dan makanan untuk pesantren Cipasung/ Foto: LKC DD

TASIKMALAYA – Sebanyak 253 santriawan/wati di Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terpapar Covid-19 dan membuat pesantren kini dalam status lockdown sejak (Selasa, 13/10/2020).

“Semua santri yang positif Covid-19 berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) dan melakukan isolasi mandiri di Pesantren. Terdiri dari 235 santriwati yang menjalankan isolasi di gedung SMP dan gedung Aliyah. Sedangkan 18 santriawan menjalankan isolasi di gedung PascaSarjana,” sebut Ustadz Rizky, selaku generasi ketiga pihak PonPes Cipasung.

Pihak Ponpes Cipasung, Ust. Rizky dan dr. Taufik, juga mengatakan, bahwa di Ponpes Cipasung sudah diterapkan penanganan Covid-19 dengan SOP terbaru, hanya dilakukan 1x tes swab diawal setelah isolasi 14 hari dan tidak ada gejala atau keluhan lanjutan, maka santri dinyatakan sembuh. Disana terdapat empat orang dokter yang bertugas.

Merespon kondisi tersebut, Tim Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa, menyalurkan amanah donasi para donatur berupa sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) dan bantuan logistik.

“Amanah donasi para Donatur Dompet Dhuafa antara lain berupa APD, obat-obatan dan vitamin C, logistik, juga konsumsi makanan siap santap (nasi kotak) yang akan dikelola oleh para relawan DDV (Dompet Dhuafa Volunteer) dengan memberdayakan warga binaan DDV. Insha Allah bermanfaat, sehingga setiap hari, sajian makanan akan dikirimkan ke Ponpes Cipasung,” ujar dr. Lidya, Koordinator Distribusi Bantuan LKC di Ponpes Cipasung, dilaporkan Dhika Prabowo.