Demi Hadapi Iran, Bahrain Resmikan Hubungan Diplomatik Dengan Israel

293 views
Rakyat Palestina merasa ditingalkan negara-negara Arab setelah Uni Emirat Arab, lalu Bahrain menormalisasi hubungan dengan Israel. Mesir dan Jordania telah melakukannya lebih dulu masing-masing pada l979 dan 1994.

IRAN – Bahrain dan Israel akhirnya menandatangani komunike bersama untuk meresmikan normalisasi hubungan kedua negara. Normalisasi yang didukung Amerika Serikat (AS) itu jadi kesempatan AS memperkuat sentimen anti Iran.

Dikutip dari rmol, Bahrain mengikuti langkah Uni Emirat Arab (UEA) yang juga melakukan normalisasi hubungan dengan Israel bulan lalu. Langkah ini mengejutkan Palestina, yang masih memperjuangkan kemerdekaan secara penuh dari Israel.

Normalisasi hubungan UEA dan Bahrain dengan Israel menjadi salah satu menu kampanye Presiden AS Donald Trump menjelang pemilihan presiden bulan depan. Bagi AS dan sekutunya, langkah itu juga sebagai upaya membentengi negaranya dari Iran.

“Ini kunjungan yang sangat bersejarah, untuk mulai membuka hubungan antara kedua negara,” kata Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif Al-Zayani, setelah upacara penandatanganan kesepakatan bersama dengan Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel, Alon Ushpiz dan Penasihat Keamanan Nasional Meir Ben-Shabbat.

Al-Zayani tampak berbicara hangat dengan Ben-Shabbat. Yang digambarkan sebagai awal yang menjanjikan. Dia mengatakan, delegasi Israel diterima dengan tangan terbuka, hangat dan penuh ramah-tamah.

Namun, kesepakatan itu memicu kemarahan warga Bahrain di dalam dan luar negeri. Kendati demikian, Pemerintah Bahrain yang saat ini dikuasai minoritas Muslim Sunni menjelaskan, kesepakatan itu melindungi kepentingannya dari Iran. Di saat yang sama, Bahrain merupakan negara dengan mayoritas penganut Syiah.

Al-Zayani menambahkan, kesepakatan dan kerja sama adalah cara paling efektif dan berkelanjutan, demi mewujudkan perdamaian sejati dan abadi di kawasan itu. Meski demikian, dia tetap memastikan, negaranya mendukung penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui dialog.