Meski Fisik Sudah Memprihatinkan, Tawanan Palestina Lanjutkan Mogok Makan

2.089 views
Al Akhras, tawanan Palestina mogok makan protes penangkapannya. Foto: PIP

ALQUDS – Meskipun kondisi fisiknya sudah memperihatinkan, tawanan Maher Al-Akhras tetap melanjutkan aksi mogok makannya setelah menolak permintaan Kantor Kejaksaan Israel yang ingin memindahkan ke RS Al Mawasid di Al Quds untuk menjalani perawatan.

Aksi mogok makan tawanan Al-Akhrasy (49 tahun) dari Jenin itu, telah dimulai sejak tanggal penangkapannya pada 27 Juli 2020. Ia seorang mantan tawanan yang menghabiskan waktu bertahun-tahun di penjara Israel.

Tidak lama menghirup udara bebas, tetiba pemerintah zionis kembali mengeluarkan perintah penahannya sebagai tahanan administratif untuk jangka waktu empat bulan.

Al Akhras yang sudah menikah dan dikaruniai enam anak ini ditangkap di Silat al-Dhahr, distrik Jenin, pada (27/7/2020).

Ia menyatakan mogok makan sejak hari pertama penangkapannya, karena dia menolak untuk ditangkap.

Setelah dua bulan pemogokan, Mahkamah Agung membekukan keputusan penahanan administratif tanpa membebaskannya, yang tentu ditolak oleh para tawanan lainya.

Tawanan lain termasuk Al Akhras melakukan aksi mogok dan akan berlanjut sampai kemenangan dan pembebasannya atau syahid.

Seharusnya (26/11/2020) ini waktu tahanan administratifnya sudah berkakhir, tapi Al Akhras curiga dia tidak akan dibebaskan begitu saja karena ia menolak untuk dirawat dan ia ingin bebas murni dan kembali ke keluarganya.

Aksi mogok makan terbuka Al Akhras sudah memasuki waktu ke-85 hari berturut-turut, kondisi fisiknya memburuk dari hari ke hari.

Seperti dikutip dari Pusat Informasi Palestina, pihak berwenang melihatkan kondisi Al Akhras semakin menderita kelelahan yang parah.

“Ia tidak dapat bergerak, indra pendengaran dan ucapannya telah terpengaruh dan dia menderita kejang rasa sakit yang parah di berbagai bagian tubuhnya, penglihatan kabur dan sakit kepala parah. Ada kekhawatiran bahwa salah satu organ vitalnya akan rusak parah,” tulis PIP.