Retina dan Glaukoma Center RS Mata Achmad Wardi BWI-DD Wujud Nyata Wakaf Produktif

Menteri Keuangan Sri Mulyani/ Reuters

SERANG – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambut baik kehadiran fasilitas Retina dan Glaukoma Center di Rumah Sakit Mata Achmad Wardi, Serang, Banten. Menurutnya, fasilitas ini menjadi wujud nyata dari inovasi keuangan dan sosial islam melalui skema berbasis cash waqf linked sukuk (CWLS).

“Pada hari ini kita bicara Retina dan Glaukoma Center dari RS Mata Achmad Wardi. Ini wujud nyata dari manfaat instrumen keuangan yang berbasis syariah dalam hal ini wakaf produktif yaitu melalui CWLS yang pertama kali diterbitkan,” kata Sri Mulyani dilansir Antara, Kamis (22/10/2020).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa CWLS didesain sebagai instrumen untuk mendorong pengembangan wakaf produktif. Dengan hasil investasi dana wakaf tersebut, kemudian dimanfaatkan untuk pembentukan aset-aset seperti Glukoma Center di RS Achmad Wardi.

Dia berharap, dengan CWLS, masyarakat bisa mendapat kemudahan untuk melakukan wakafnya. Kemudian juga bisa memberikan manfaat luas ke masyarakat melalui sebuah instrumen keuangan negara yang dipercaya.

“Diharapkan masyarakat mendapatkan kemudahan melakukan wakafnya dan bisa memberikan manfaat luas melalui instrumen keuangan negara yang dipercaya,” katanya.

Pemerintah pertama kali menerbitkan wakaf atau sedekah uang yang ditempatkan di sukuk negara itu pada 10 Maret 2020 dengan metode private placement, yakni peminat langsung menyetorkan dananya yang dikumpulkan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Sri Mulyani menuturkan, hasil investasi CWLS itu akan disalurkan untuk kegiatan sosial dan produktif. Di antaranya, renovasi dan pembelian alat kesehatan, pembelian ambulans termasuk pembangunan Pusat Retina dan Glaukoma RS Mata Achmad Wardi BWI-DD Serang, Banten.

Sebagai kelanjutan untuk terus menerbitkan CWLS, pada 9 Oktober 2020 Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka instrumen baru yakni Cash Wakaf Green Sukuk Ritel seri SWR-001.