Setelah Wakafkan Tanah, Pasangan Lansia Ini Donasi Ambulans

Setelah Wakaf tanah, Keluarga Ridwansyah Donasikan Ambulans ke Dompet Dhuafa Jawa Tengah. Foto: DDJateng

YOGYAKARTA – Kedermawanan tidak luntur oleh usia, dibuktikan oleh pasutri yang sudah lansia ini. Ridwan Syah (76) dan Latifah Haniem (73). Setelah pada 2010 silam mewakafkan tanah dan bangunan ratusan meter persegi, kini satu unit ambulans didonasikan kembali untuk masyarakat yang membutuhkan melalui Dompet Dhuafa. Serah terima dihadiri langsung Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Satria Nova di kediaman Ridwan Syah, di Pogung Baru, Sleman DIY, Jumat (23/10).

Ambulans warna putih tersebut akan menjadi pelengkap kebaikan yang telah telah dijejakan sebelumnya, yaitu tanah dan bangunan dua lantai yang diwakafkan di Purwokerto Jateng. Kini tanah dan bangunan wakaf keluarga Ridwan Syah tersebut telah berkembang menjadi klinik gratis dan unit layanan untuk masyarakat dhuafa yang membutuhkan. Tercatat ribuan penerima manfaat setiap tahunnya mendapatkan manfaat dari layanan kesehatan, sosial, pendidikan, serta pendampingan.

Tentunya ada alasan kenapa pasutri yang kehilangan anak perempuanya dalam kecelakaan Lion Air pada 2018 silam kembali berdonasi. “Selain sebagai bekal akhirat, harta tidak dibawa mati”, ungkap Ridwan dengan terbata sewaktu menyampaikan niatnya berdonasi ambulans. Ridwan berharap ketika dirinya dan istrinya sudah tiada, layanan ambulans ini akan terus mengalirkan kebaikan yang tidak terputus.

Ridwan mengenang sejarah dirinya berwakaf melalui Dompet Dhuafa sepuluh tahun silam. Atas saran almarhumah putri tercinta, agar diwakafkan saja rumah yang di Purwokerto. Bangunan dua lantai diatas tanah seluas 598 meter persegi tersebut. Almarhumah putrinya tersebutlah yang mengurus semua prosesnya kepada Dompet Dhuafa. Siapa sangka delapan tahun kemudian putrinya ini meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat yang ditumpanginya. Kejadian ini tentu menjadi pukulan berat, sekaligus percikan semangat untuk melanjutkan kebaikan yang sudah diawali oleh mendiang. Karena mati itu pasti. “Saya ingin harta saya menjadi berarti hingga saya sudah tiada” ungkapnya.

“Amanah dari para donatur tentunya akan dijaga dengan sebaik-baik pemanfaatannya untuk masyarakat yang membutuhkan”, ungkap Satria Nova.

Berkaitan dengan layanan ambulans, per bulan oktober Dompet Dhuafa Jateng melalui program Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) telah melayani sebanyak 1084 penerima manfaat. Ambulans ini melayani pasien dhuafa untuk rujukan luar kota, dan dalam kota.

Semoga apa yang sudah diberikan oleh keluarga ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Berlomba-lomba dalam kebaikan.