ASWATAMA KANIN (1)

58 views
Aswatama mohon sang ayah Begawan Durna melamarkan Dewi Safanah Ailin Syarifa.

ANAK orang besar tak menjamin jadi orang besar pula. Begitu pula nasib Aswatama putra Pendita Durna dari pertapan Sokalima. Meski bapaknya top sebagai nujum Ngastina atau penasihat spiritual Prabu Duryudana, tapi nasibnya tak begitu jelas. Rumah masih nebeng orangtua, bini belum punya menjelang usia kepala 5. Bisa kerja jadi staf khusus Istana Gajahoya juga karena disesel-seselke oleh Prabu Jokopit nama pendek Prabu Jokopitana.

Bukannya Pendita Durna tak pernah memikirkan nasib sang anak, tapi Aswatama sendiri tak laku di pasaran. Tak ada cewek di seputar Ngastina yang mau diambil menantu oleh Pendita Durna. Tampang Aswatama sih lumayan, tapi karena Pendita Durna sendiri menduda, takut nantinya malah jadi “sasaran” sang mertua. Soalnya jejak rekam Pendita Durna demikian buruk, berulangkali hendak mengawini putri-putri cantik tapi gagal mulu. Dari Dewi Rukmini, Setyaboma, sampai Srikandi, semuanya batal. Bahkan seekor kuda pun pernah “ditimpa”-nya. Karenanya Pendita Durna dapat stigma, kakek-kakek nggragas.

“Jika kamu kawin sama  Aswatama, nanti perguruan Sokalima Beragama akan diwariskan padanya. Kamu ikut enak, tinggal mamah karo mlumah nduk.” Kata orangtua yang anaknya pernah ditakokke Aswatama.

“Ogah. Saya takut,  pas Aswatama tugas di Stafsus Istana, aku di rumah sendirian, bisa digrumut Pendita Durna yang terkenal celamitan. Jaman sekarang banyak kasus seperti itu,” jawab putrinya.

Sekali waktu Aswatama tertarik pada seorang anggota Paskibraka Ngastina, namanya Dewi Safanah Ailin Syarifa, putri Begawan Jafar Ashidik. Wayangnya cantik, hidung mancung, mata ndamar kanginan (bercahaya), pokoknya mirip Najwa Shihab lah. Sekali ketemu gadis Paskibraka itu, Aswatama langsung theng………ukuran celananya mendadak berubah dari M ke XL.

Mulailah dia mendekati Dewi Safanah Ailin Syarifa tersebut. Dan sepertinya gadis itu memberi lampu hijau, maka Aswatama pun semangkin bersemangat daripada dia punya tekad. Mengingat bapaknya juga seorang begawan, siapa tahu juga kenalan ayahnya, Begawan Durna. Berarti pendekatan lebih mudah, karena sesama begawan kan dilarang saling menyakiti.