Armenia dan Azerbaijan Setuju Lakukan Gencatan Senjata Kemanusiaan

22 views
Pasukan Armenia dan Azerbaijan saling gempur dalam sengketa di wilayah Nagorno-Karabakh. Dendam sejarah masa lalu membuat konflik sulit didamaikan.

YEREVAN – Armenia dan Azerbaijan sekali lagi setuju untuk menghormati “gencatan senjata kemanusiaan” dalam konflik di daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh, menurut pernyataan bersama dari Departemen Luar Negeri AS dan kedua pemerintah.

Gencatan senjata akan berlaku pada pukul 8 pagi waktu setempat (04:00 GMT) pada hari ini, Senin (26/10/2020), kata pernyataan itu. Gencatan senjata itu dilaksanakan setelah Wakil Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun bertemu dengan para menteri luar negeri kedua negara pada hari Sabtu waktu setempat.

Dalam pernyataan terpisah, OSCE Minsk Group, yang dibentuk untuk menengahi konflik dan dipimpin oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat, mengatakan ketua bersama dan menteri luar negerinya akan bertemu kembali pada 29 Oktober untuk membahas masalah Nagorno-Karabakh.

“Selama diskusi intensif mereka, para ketua bersama dan menteri luar negeri membahas penerapan gencatan senjata kemanusiaan segera, parameter yang mungkin untuk memantau gencatan senjata, dan memulai diskusi tentang elemen substantif inti dari solusi komprehensif,” kata pernyataan dari Minsk Group dilansir Aljazeera.

Gencatan senjata sebelumnya membuat jeda singkat pada hari Sabtu sebelum masing-masing pihak saling menuduh telah melakukan pelanggaran.

Armenia pada Ahad (25/10/2020) menuduh pasukan Azeri menembaki pemukiman sipil. Sementara pihak Azerbaijan membantah membunuh warga sipil dan mengatakan siap melaksanakan gencatan senjata, asalkan pasukan Armenia mundur dari medan perang.

Gagalnya dua gencatan senjata yang ditengahi Rusia telah meredupkan prospek berakhirnya pertempuran yang terjadi sejak 27 September di Nagorno-Karabakh.

Pejabat di Nagorno-Karabakh mengatakan pasukan Azerbaijan menembakkan artileri ke permukiman di Askeran dan Martuni pada malam hari, sementara Azerbaijan mengatakan posisinya telah diserang dengan senjata kecil, mortir, tank, dan howitzer.

Pada Ahad, kementerian pertahanan wilayah Nagorno-Karabakh mengatakan telah mencatat 11 korban lainnya di antara pasukannya, mendorong jumlah kematian militer menjadi 974 sejak pertempuran dengan pasukan Azeri meletus.