Ibadahnya Para Amil

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" (QS. Fusshilat : 33)

Nana Sudiana, Sekjend FOZ dan Direktur IZI. (Dok. Pri)

Amil zakat adalah pekerjaan yang mulia. Ditangan-nya ada dua perkara baik yang menjadi tanggungjawabnya, yakni menunaikan kepercayaan muzaki dalam kerangka membersihkan harta-nya dan membantu mustahik bisa hidup lebih baik.

Para amil juga memiliki tugas dakwah. Tugas yang sama dengan para da’i namun nuansa-nya agak berbeda. Para amil dakwahnya dengan mengajak muzaki agar ingat Allah dengan mensucikan hartanya, serta mendampingi mustahik agar punya kemampuan kemandirian serta keleluasaan hidup sehingga lebih punya kesempatan beribadah dan menjadi hamba Allah yang baik.

Dengan tugas yang banyak namun SDM amil terbatas, para amil kadang tak punya kesempatan leluasa untuk beribadah. Walau hal ini bukan alasan, faktanya memang para amil seringkali merasa belum optimal ibadahnya. Ini memang tantangan, bagaimanapun kesibukan seorang amik, ia harus berusaha maksimal menjaga ibadah-ibadah hariannya dengan baik.

Tulisan yang singkat ini berkehendak memotret soal deviasi ibadah para amil dan juga menemukan gambaran bagaimana usaha keras para amil untuk menjaga keseimbangan diri antara berjuang menjadi amil yang baik dan berdedikasi tinggi sekaligus menjadi Seorang Muslim yang paripurna dalam beribadah menyembah Allah SWT.

Amil dan Harmoni Amal
Dengan pekerjaan yang semakin tak mudah, amil dianggap memiliki DNA pejuang. Pejuang yang bersungguh-sungguh mengabdikan diri di jalan kebaikan dan kemuliaan. Para amil, pada faktanya terbiasa mengorbankan harta, waktu, tenaga dan pikirannya untuk kebaikan umat dan bangsa.

Mereka biasa bergotongroyong membantu solusi atas problema umat yang terjadi di negeri ini tanpa pamrih. Dengan segala keterbatasan yang ada, para amil terus bekerja siang malam menjaga amanah dan kepercayaan umat. Juga memastikan harta dan kepercayaan umat tetap terjaga dan disampaikan pada pihak-pihak yang ada sesuai ketentuan.