Macron, Menyamaratakan Islam, Menabur Permusuhan

95 views
Tiga orang tewas dalam aksi penusukan dan pemenggalan oleh seorang remaja asal Tunisia yang masih dirahasiakan namanya di Basilika Notre-Dame, Nice, Perancis (29/10). Stigmatisasi negatif terhadap agama Islam yang dilakukan Presiden Emmanuel Macron justeru menyulut kemarahan umat Islam sedunia.

PRESIDEN Perancis Emmanuel Macron menuai kecaman dari sejumlah pemimpin negara Islam dan tokoh-tokoh Islam dunia karena ia dianggap memojokkan Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW.

Entah bagaimana suasana batin Macron merespons aksi brutal remaja asal etnis wilayah kantong (enclave) muslim Chechnya di Kaukasus Utara , Rusia, Abdoullakh Anzorov yang memenggal tewas seorang guru sekolah menengah di Paris, Samuel Paty (16/10).

Singkat cerita, Paty dihadang, lalu dipengggal oleh Anzorov di pinggiran kota Paris, diduga karena guru olahraga  dan sejarah itu sebelumnya membahas karikatur Nabi Muhammad SAW di depan kelas mengggunakan referensi kartun di majalah majalah satire Charlie Hebdo yang menampilkan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Anzorov mendapatan info tentang yang dilakukan Paty dari salah satu orang tua murid, diduga anggota kelompok ekstrim yang kemudian menjadi salah satu dari 16 tersangka terkait pembunuhan itu.

Sebelumnya, kartun penggambaran sosok Nabi Muhammad SAW yang dimuat majalah satire Perancis, Charlie Hebdo telah memicu aksi kekerasan yang merenggut 12 nyawa dalam aksi penyerangan ke kantor redaksi majalah tersebut pada 7 Januari 2015.

Bagi umat Islam sendiri, penggambaran sosok Nabi Muhammad SAW tabu dan pihak lain yang melakukannya dianggap sebagai aksi penghinaan bagi agama yang dipeluk sekitar 1,9 milyar penduduk dunia.

Pada kejadian terakhir, seorang remaja asal Tunisia (21) yang masih dirahasiakan indentitasnya, namun menurut saksi mata, pelaku  meneriakkan “Allahu Akbar”, menewaskan tiga orang dengan senjata tajam, seorang diantaranya wanita, dipenggal di Basilika Notre-Dame, Nice (932 Km dari Paris), Kamis pagi 29 Okt.

Pernyataan yang dilontarkan Presiden Macron antara lain menganggap Islam sebagai ideologi teroris yang berkonspirasi untuk mengambil alih atau merebut “masa depan” negerinya.