Pengungsi Banjir Cilacap Terus Bertambah

Ilustrasi Kondisi di salah satu tempat pengungsian korban gempa Pidie Jaya/ Antara

CILACAP – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah pengungsi akibat banjir di Cilacap, Jawa Tengah, bertambah menjadi 613 jiwa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr. Raditya Jati menyebutkan bahwa dari 613 pengungsi tersebut, sebanyak 306 orang mengungsi di MI Muhammadiah Gentasari dan di tanggul Kali Tipar Desa Gentasari, 165 orang berikutnya mengungsi di Balai Desa Mujur Lor, 22 lainnya mengungsi di Madrasah Muhammadiyah Desa Mujur dan sebanyak 120 sisanya mengungsi di rumah kerabat di Desa Kedawung, Kecamatan Kroya.

Dari pendataan tersebut, dilaporkan dua warga yang terdampak banjir sedang melakukan isolasi mandiri karena terjangkit COVID-19. Untuk itu, keduanya dievakuasi ke Rumah Sakit Medika Banyumas untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Menurut laporan, sebagaimana dilansir Antara, kedua warga tersebut adalah satu keluarga. Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Cilacap sudah melakukan penelusuran terhadap 15 warga yang terlibat kontak erat.

Kondisi terbaru saat ini, banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30-80 sentimeter masih merendam enam desa di tiga kecamatan. Adapun rincian desa yang terdampak adalah Desa Mujur Lor, Desa Gentasari, Desa Kedawung, Desa Mujur di Kecamatan Kroya, Desa Gelompang Pasir di Kecamatan Sampang dan Desa Glempang di Kecamatan Maos.

Banjir yang terjadi sejak Senin (26/10/2020) setidaknya telah merendam sebanyak 2.227 unit rumah dan berdampak terhadap 6.029 jiwa. Selain itu ratusan hektar sawah juga masih terendam banjir.

Hingga saat ini, tim BPBD Kabupaten Cilacap terus memantau lokasi kejadian, membantu evakuasi warga terdampak dan melakukan asesmen bersama Forkompimcam dan dinas terkait.