PBB Sebut Penduduk Yaman Dibiarkan Kelaparan

Ilustrasi/ Reuters

YAMAN – Kepala Badan Kemanusiaan PBB Mark Lowcock mengatakan warga Yaman dibiarkan kelaparan di tengah konflik, dengan menderita kekurangan makanan dan terserang penyakit.

“Yaman tidak ‘kelaparan’. Mereka dibiarkan kelaparan,” kata Lowcock dalam penjelasannya kepada Dewan Keamanan PBB.

Dia mendesak pihak-pihak yang berkonflik, anggota Dewan Keamanan, donor dan organisasi kemanusiaan untuk mengakhiri penderitaan tersebut. “Waktu hampir habis,” imbuh dia.

Lowcock mengatakan tanpa makanan, metabolisme tubuh melambat untuk mempertahankan energi bagi organ vital dan bahwa ketika lapar dan lemah, orang sering menjadi lelah, mudah tersinggung dan bingung.

“Sistem kekebalan kehilangan kekuatan. Jadi saat mereka kelaparan, orang – terutama anak-anak – lebih mungkin jatuh sakit atau meninggal karena penyakit yang mungkin mereka lawan,” ujar dia.

Lowcok merinci penyakit-penyakit seperti kolera, COVID-19, infeksi pernapasan dan penyakit lainnya seperti malaria, demam berdarah, dan difteri.

“Ini adalah kematian yang mengerikan, menyiksa dan memalukan serta sangat kejam di dunia, di mana sebenarnya ada lebih dari cukup makanan untuk semua orang,” tambah dia.

Lowcock mendesak donor untuk meningkatkan dukungan, dengan mengatakan lebih dari USD200 juta yang dijanjikan tahun ini, termasuk pendanaan baru yang diumumkan pada September, masih belum dibayarkan.