BEGAWAN DORAWECA (2)

30 views
Betara Kala tertawa lebar, dengan tewasnya Begawan Doraweca pastilah Prabu Jokopit yang dituduh jadi dalangnya.

KATANYA hanya seminggu Begawan Doraweca pergi ke Srilangka dalam rangka Konggres Begawan Sedunia. Tapi nyatanya sebulan kemudian belum juga pulang, bahkan setahun! Maka publik di Ngastina pun mulai meledek Begawan Doraweca sebagai Bang Toyib, yang tiga kali Lebaran tidak pulang. Padahal dia baru sekali saja Lebaran tidak pulang. Atau dia Bang Toyib KW-2?

Bagi keluarga besar Istana Gajahoya sih, kepergian atau tepatnya keminggatan Begawan Doraweca merupakan keberuntungan. Sebab sejak itu suhu politik di Ngastina menjadi adem ayem, karena tak ada lagi tukang kompor asal njeplak. Tapi bagi para cantriknya, itu sebuah kehilangan besar. Tak hanya kehilangan ilmu-ilmu kapanditan, tapi juga kehilangan teman diskusi yang galak, yang kerjanya mengolok-olok pemerintahan Prabu Jokopit. Dan para cantrik di berbagai pertapan, sangat menyukai gaya Begawan Doraweca.

“Wajar sajalah Begawan Doraweca tak mau pulang, sebab di sini kriminaliasi begawan terus berlangsung.” Bela kalangan cantrik.

“Bos kita baru mau pulang jika pemerintah Prabu Jokopitono selesai.” Jawab cantrik yang lain, dia lupa bahwa Ngastina sistem kerajaan bukan republik yang memerintah selama 5 tahun.

“Berarti nunggu sampai Perang Baratayuda, dong.” Potong cantrik lain yang paham Tata Negara, agaknya sering mengikuti Youtubnya Refly Harun.

Yang menjadi pertanyaan, kenapa Begawan Doraweca bisa begitu lama di negri Srilangka, siapa yang membiayai kehidupan sehari-hari. Padahal di sana dia tak bisa kerja, dan dia bukan suaka politik. Tapi menurut kabar sih, Begawan Doraweca dapat saweran atau transveran dari Sanghyang Betara Kala, putra Betara Guru dalam perkawinannya dengan Dewi Uma.

Betara Kala lumayan kaya raya, karena setiap bulan ada saja wayang ngercapada menggelar ruwatan. Jika dulu ruwatan bagi wayang sukerta (makanan Betara Kala) cukup dengan sesaji, kini bisa ditebas mentah dengan uang Rp 10 juta. Bila wayang-wayang sukerta sudah transver ke rekening Betara Kala, maka terbebaslah dari ancaman kematian.