Konflik di Tanduk Afrika

14 views
Konflik antara pasukan pemerintah Etiopia dan satuan regional di wilayah utara, Tigray sejak 4 Nov. lalu menelan korban ratusan jiwa.

KONFLIK bersenjata antara pasukan pemerintah Etiopia dan milisi Tigray yang sudah berlangsung dua pekan terakhir ini menewaskan ratusan orang dan menyebabkan destabilisasi di negara wilayah tanduk Afrika itu.

BBC melaporkan, konflik berawal saat PM Etiopia Abiy Ahmed Ali memerintahkan serangan militer terhadap pasukan regional di wilayah utara, Tigray  dengan dalih sebagai respons respons atas serangan ke markas pasukannya di kota tersebut pada 4 November lalu.

Eskalasi konflik memuncak setelah pemerintahan Abiy yang berkuasa sejak 2018 berseteru dengan pemimpin partai politik yang dominan di Tigray selama kurun waktu 30 tahun terakhir ini karena Abiy menginginkan reformasi, sebaliknya kelompok elit di Tigray tetap ingin bercokol.

Etiopia menerapkan sistem federal sejak 1994 dimana kelompok-kelompok etnis berbeda mengontrol 10 wilayah, sementara  Tigray dikuasai  Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) yakni koalisi empat partai berkuasa di Etiopia yang berhasil menggulingkan rezim militer pada 1991.

Di bawah koalisi TPLF, Etiopia lebih makmur dan stabil, namun perlawanan publik terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah dan juga ketidakpuasan pada jalannya demokrasi berujung reshuffle pemerintahan yang mengantarkan Abiy menjadi PM.

Etiopia merupakan negara tertua di dunia yang sudah terbentuk pada 980 SM, sementara kawasan negara itu juga merupakan salah satu tempat peradaban terawal di dunia, dan dengan jumlah penduduk sekitar 97 juta jiwa, negeri di tanduk Afrika itu tergolong miskin dengan pendapatan per kapita 570 dollar AS. (BBC/NS)