Menang Perang, Covid-19 di Azerbaijan Melonjak

17 views
Setelah menang perang memperebutkan wilayah kantong Nagorno-Karabakh melawan etnis Armenia, Azerbaijan fokus lagi menekan penyebaran Covid-19 yang terus melonjak.

MENANG perang setelah pasukannya berhasil merebut kembali sejumlah wilayah kantong Nagorno-Karabakh yang sekitar 30 tahun diduduki dan diklaim sepihak oleh etnis Armenia, Azerbaijan harus fokus lagi menghadapi lonjakan penyebaran pandemi Covid-19.

Otoritas Kesehatan Azerbaijan melaporkan tambahan 2.597 kasus baru (17/11) atau angka tertinggi sejak kasus penyebaran Covid-19 terdeteksi di salah satu dari 16 negara yang melepaskan diri dari Uni Soviet itu pada era kepemimpinan Mikhail Gorbachev pada 1991.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memang sudah mengingatkan, kasus Covid-19 bakal melonjak di Azerbaijan, Armenia dan wilayah sengketa Nagorno-Karabakh akibat mobilisasi pasukan dan juga aliran pengungsi etnis Armenia ke Yerevan, ibukota Armenia.

“Covid-19 tidak pilih-pilih tempat, di perbatasan atau  di garis depan dan mobilisasi pasukan serta perpindahan penduduk membuat virus menyebar , ” kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic seperti dikutip AFP.

Tentara Azerbaijan yang menang jumlah dari milisi Armenia didukung pasukan pemerintah Armenia berhasil merebut sejumlah desa di Nagorno Karabakh, sementara penduduknya melakukan bumi hangus sebelum meninggalkan kampung halaman mereka, mengungsi ke Yerevan.

Sengketa antara Armenia dan Azerbaijan terkait Nagorno-Karabakh terjadi pasca bubarnya Uni Soviet pada 1991  lalu gencatan senjata pada 1994 dan sejauh ini wilayah itu sudah mendeklarasikan sebagai Republik Artsakh pada 2 Sept.1991 walau tidak diakui int’l.

Konflik militer yang pecah 27 September lalu menelan ribuan korban jiwa, baik tentara Armenia, milisi Nagorno-Karabakh mau pun pasukan Azerbaijan dan juga warga sipil dan sejak 10 Nov.  dilakukan gencatan senjata dimediasi oleh Rusia yang menempatkan ratusan satuan penjaga perdamaian di wilayah sengketa.