Realita Kepedihan Bangsa Palestina

JAKARTA – Berbicara penderitaan Palestina memang seolah tidak berujung, penderitaan secara keseluruhan baik penderitaan warga di dalam tahanan Israel, penderitaan di Gaza, penderitaan di Al-Quds, maupun tepi barat.

Aktifis Palestina, Nurjanah Hulwani menjelaskan kekejaman dari agresi Israel yang terus menyerang bumi Palestina.

“Blokade Gaza sudah 14 tahun lockdown, kalau di kita karena korona baru 8 bulan lebih tetapi hak-hak lain masih bisa kita dapatkan dengan ujian terberatnya di sisi ekonomi, namun seberat-beratnya ekonomi kita masih bisa liat ke tetangga tetapi lockdown di Gaza diciptakan oleh penjajah dan didukung oleh seluruh negara,” ucapnya dalam acara mengungkap realita kepedihan bangsa Palestina yang diselenggarakan secara daring, Ahad (22/11/2020).

Hak-hak dasar bangsa Palestina telah dicabut seperti contohnya diperbatasan pintu masuk rafah, tidal mudah semua orang masuk Gaza.

“Padahal rafah itu bagian dari tanah Gaza, tetapi warga sendiri tidak bisa untuk keluar masuk begitu juga yang dari Mesir ke Gaza dan kita tahu keterbatasan hidup membutuhkan bantuan ke tetangga (Mesir) baik itu pendidikan, pengobatan, pekerjaan,” sambung Nurhjanah.

Penderitaan lainnya, lebih lanjut dikatakan Nurjanah, untuk listrik per harinya hanya disupply 4 hingga 6 jam karena dijatah oleh zionis israel, dan air bersih juga jarang ditemukan.

“1,6 juta pengungsi Palestina mereka berhimputan merasakan hidup dalam keterbatasan, bayangkan ada 8 org hidup dalam rumah petakan dan itu banyak banget disana,” ucap Nurjanah.

“Rumah sakit yang bertahan hanya satu, karena rumah sakit lainnya sudah dibombardir, coba bayangkan ketika korbannya banyak semua menjadi kewalahan,” ucapnya.

Mantan ketua Adara Relief Internasional ini juga menjelaskan penderitaan di Palestina ini harusnya dipikirkan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia tentunya dengan amanah yang berbeda-beda.