Israel Mengaku Bersedia Bertemu Hamas untuk Perbaiki Kondisi di Gaza

Ilustrasi Warga Palestina berkumpul di lokasi yang hancur setelah serangan udara Israel menghantam bangunan lima lantai di Jalur Gaza selatan/ Anadolu

TEL AVIV – Menteri pertahanan Israel menyatakan kesiapan negaranya untuk terlibat dalam pembicaraan dengan kelompok Palestina Hamas yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi di Jalur Gaza yang diblokade.

Benny Gantz menambahkan bahwa Israel siap untuk mencapai solusi dan berkontribusi pada perbaikan kondisi bagi penduduk Gaza asal mencapai kesepakatanyang mencakup pembebasan tentara Israel yang ditahan oleh Hamas.

Gantz juga mengucapkan terima kasih kepada Nikolai Mladenov dari PBB karena telah membantu memfasilitasi dimulainya kembali koordinasi dengan Otoritas Palestina dan juga untuk membahas apa yang disebutnya pelanggaran Hamas terhadap kedaulatan Israel di selatan.

Hingga berita dilansir Anadolu, tidak ada tanggapan langsung dari Hamas atas pernyataan Gantz tersebut.

Pekan lalu, Menteri Urusan Sipil Palestina Hussein Al-Sheikh mengonfirmasi dimulainya kembali hubungan dengan Israel.

“Sehubungan dengan seruan yang dibuat oleh Presiden [Mahmoud] Abbas mengenai komitmen Israel terhadap perjanjian yang ditandatangani bilateral dan berdasarkan surat resmi tertulis dan lisan yang kami terima, mengkonfirmasi Komitmen Israel untuk mereka. Karenanya, hubungan dengan Israel akan kembali seperti semula,” tulis Al-Sheikh di akun Twitter-nya.

Jalur Gaza menderita kekurangan makanan dan persediaan medis yang buruk ditambah pengangguran ekstrim yang diperparah oleh krisis listrik yang mengkhawatirkan sebagai akibat dari blokade Israel yang diberlakukan sejak 2007.

Hamas menahan empat tahanan Israel, termasuk dua tentara yang ditangkap selama perang Israel di Gaza pada musim panas 2014.