Perang Ethiopia Lawan Pemberontak Tigray Masuki Babak Menentukan

Militer Tigray,, Ethiopia. Foto: DW

MEKELLE – Perang pemerintah Ethiopia melawan pemerintah daerah Tigray di utara negara itu mendekati momen yang menentukan.

Serangkaian kemajuan militer telah membuka jalan bagi serangan “terakhir” yang akan segera terjadi di ibu kota regional, Mekelle.

Pasukan yang setia kepada Front Pembebasan Rakyat Tigrayan (TPLF), bersembunyi di Mekele, setelah beberapa kekalahan di tempat lain.

Pemerintah Ethiopia melakukan pemadaman komunikasi. Hal itu membuat sulit untuk memverifikasi informasi di lapangan. Pertempuran itu diperkirakan telah menewaskan ribuan orang dan memaksa sekitar 40.000 orang melarikan diri demi keamanan ke kamp pengungsian di Sudan, termasuk yang telah selamat dari pembantaian ratusan orang warga sipil di kota Mai Kadra 9 November 2020 lalu.

Militer Ethiopia telah memberi tahu penduduk ibu kota regional yang dikepung untuk segera menyelamatkan diri sebelum serangan yang dijadwalkan pada hari Rabu (25/11/2020) ini.

Namun pejabat pemberontak TPLF mengatakan, bahkan jatuhnya Mekelle tidak akan berarti akhir dari pertarungan mereka.

“Pasukan kami masih menguasai sebagian besar pedesaan Tigray, dan struktur pemerintahan kami tetap utuh di daerah-daerah ini,” kata Fesseha Tessema, seorang penasihat TPLF. Tidak ada solusi militer, hanya solusi politik yang dinegosiasikan.

Dikutip dari Al Jazeera, perjuangan bersenjata selama tujuh belas tahun memuncak pasca penangkapan Addis Ababa oleh pemberontak TPLF pada tahun 1991 dan penggulingan pemerintah Komunis Mengistu Haile Mariam.