Peluang Produk Halal Masih Ada, Meski ekonomi Tumbuh Negatif

Wakil Presdien KH Ma'ruf Amin/ MUI.or.id

JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menilai peluang untuk meningkatkan produksi produk halal masih ada, khususnya permintaan di tingkat global, meskipun kondisi perekonomian secara nasional mengalami pertumbuhan yang negatif.

“Walaupun tumbuh negatif, saya tetap melihat peluang bahwa permintaan produk halal global masih tetap dapat dimanfaatkan, mengingat ekspor produk halal kita yang masih kecil,” kata Ma’ruf Amin dalam Indonesia Islamic Festival (IIFEST) 2020 webinar series, Kamis, dilansir dari laman Antara.

Wapres mengatakan ekonomi syariah juga terdampak pandemi COVID-19, seperti halnya kegiatan ekonomi konvensional. Namun, secara global, perlambatan ekonomi Islam tidak lebih parah dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia secara keseluruhan, katanya.

“Pertumbuhan ekonomi dunia, pada masa pandemi COVID-19 di tahun 2020, diperkirakan mengalami kontraksi 5,2 persen; sedangkan ekonomi Islam global hanya mengalami kontraksi 2,5 persen,” ucap dia menambahkan.

Pertumbuhan industri makanan dan minuman halal secara global hanya mengalami kontraksi sebesar 0,2 persen, yang diikuti dengan sektor kosmetik 2,5 persen dan busana muslim 2,9 persen, kata Ma’ruf Amin merujuk pada The State of the Global Islamic Economy Report.

“Ekonomi Islam global, sebelum terjadi pandemi, diperkirakan mencapai 3,2 triliun dolar AS pada 2024. Pascapandemi, itu diperkirakan masih akan mencapai 2,4 triliun dolar AS pada 2024, dan itu cukup besar untuk kita manfaatkan,” tukasnya.