Pembelot Korut Berhasil Kabur

Masih ada saja warga Korut yang mencoba membelot ke wilayah Korsel, walau tantangannya nyawa, ditembak penjaga perbatasan, diburu anjing atau menginjak ranjau darat.

SEORANG pembelot Korea Utara berhasil melompati pagar pembatas setinggi 3,6 meter untuk kabur dari wilayah negara itu,  lalu berlari menuju Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara serumpun itu.

Kastaf Gabungan Korsel dalam rilisnya yang dikutip BBC (26/11) menyatakan,  mereka menemukan sekrup yang kendor, penyebab     sensor tak berfungsi yang dipasang pada 2015 dengan memberikan signal peringatan pada penjaga perbatasan jika pagar pembatas tersentuh.

Saat diinterogasi, pria yang tak disebutkan identitasnya itu meminta suaka politik dan mengaku sengaja menginjak pagar sehingga sensor gagal berfungsi, terbukti dari hasil olah rekonstruksi berapa kali mengulangi  apa yang dilakukannya.

Ulah pria berusia 20 tahun yang mengaku pesenam itu  saat melakukan aksinya  menyabung nyawa berusaha keluar dari wilayah Korut tampak dari tayangan video thermal yang dipasang oleh  pihak Korsel, sementara peristiwanya  terjadi pada 2 November lalu.

Selain diberondong peluru dari tentara penjaga perbatasan Korut, para pembelot yang nahas bisa kehilangan nyawa menginjak ranjau-ranjau yang dipasang atau dikoyak-koyak anjing penjaga, walau sebagian juga berhasil lolos dari maut.

Setiap tahun, sekitar 1.000 orang dilaporkan membelot dari perbatasan Korut  dan  rata-rata mereka mengaku menghindari tekanan rezim pemerintah Kim Jong Un.

Pada akhir 2017, upaya dramatis yang dilakukan anggota tentara Korut, Oh Chong Song yang berhasil  kabur ke Korsel melewati desingan peluru yang dilepaskan pasukan penjaga perbatasan Korut walau ia mengalamai beberapa luka tembak.

Dari tayangan video, tampak Oh mengemudikan jip ke perbatasan, lalu turun dan berlari menghindari tembakan rekan-rekannya sampai akhirnya diselamatkan militer Korsel yang berjaga di wilayah DMZ an membalas tembakan tentara Korut.

Oh segera dilarikan ke rumah sakit untuk mengeluarkan pecahan peluru dari tubuhnya, dan dokter juga menemukan cacing pita sepanjang 25 sentimeter di perutnya.