Tahanan Palestina di Penjara Israel Akhirnya Dibebaskan Setelah Mogok Makan 103 Hari

Maher AlAkhres, tahanan Palestina mogok makan selama 103 hari akhirnya dibebaskan/Foto: AA

TEPIBARAT –  Tahanan Palestina Maher al-Akhras, yang melakukan aksi mogok makan selama 103 hari, pada Kamis akhirnya dibebaskan dari penjara Israel.

“Otoritas pendudukan telah membebaskan Maher al-Akhras. Mereka sedang memindahkannya dari Rumah Sakit Israel [Kaplan] ke rumah sakit di Nablus, di Tepi Barat [Najah National],” ungkap Qadri Abu Bakr, kepala Otoritas Urusan Tahanan Organisasi Pembebasan Palestina, dilansir Anadolu Agency.

Al-Akhras, yang berusia 49dan berasal dari Kota Jenin, Tepi Barat, memulai aksi mogok makan setelah ditahan di bawah kebijakan Israel yang kejam yang memungkinkan pihak berwenang menahannya selama lebih dari satu tahun tanpa proses pengadilan.

Dia dipindahkan ke penahanan administratif selama empat bulan, di mana pengadilan pendudukan menolak untuk membebaskannya meskipun kondisi kesehatannya memburuk.

Meskipun dikecam oleh komunitas internasional dan kelompok hak asasi manusia, Israel menolak untuk membebaskan al-Akhras dan memindahkannya untuk menjalani perawatan di rumah sakit di Tepi Barat.

Al-Akhras kemudian melanjutkan aksi mogok makannya selama 103 hari hingga 6 November, setelah otoritas Israel bersedia membebaskannya pada 26 November.