Dicapit Bibit Lobster

Kuliner dengan makan lobster goreng, tak hanya dinikmati artis tapi kalangan DPRD DKI pun mendambakan.

TERNYATA udang lobster termasuk biota laut yang membahayakan. Jangankan yang sudah dewasa, baru bayi atau benurnya saja,  ketika “mencapit”  seorang menteri langsung KO dan kehilangan jabatannya. Itulah nasib Edhy Prabowo, Menteri KKP (Kementrian Kelautan & Perikanan) pengganti Susi Pujiastuti. Baru setahun menjabat langsung “tewas” gara-gara terkena OTT KPK dalam kasus ekspor bayi lobster. Orang Jawa mengistilahkan: ora kuwat drajat!

Udang lobster memang lezat, dibumbu asam manis bikin ilat ngibing, kata orang Banyumas, saking enaknya. Sampai-sampai para anggota DPRD DKI Jakarta juga sangat mendambakan makan lobster. Tahun 2015, ketika jatah perjalanan dinas sehari hanya Rp 470.000,- mereka protes  ke Gubernur Ahok karena tak bisa untuk makan lobster. Betapa lezatnya lobster, sampai-sampai para wakil rakyat pun mengimpi-impikannya.

Tapi bagi kalangan eksportir, justru yang enak bayinya lobster. Soalnya, ketika diekspor mereka bisa menangguk untung lebih gede. Bayangkan, ongkos kirim benur itu ke Vietman rata-rata Rp 200,- perekor. Tapi lewat monopoli ekspor oleh PT ACK dipatok Rp 1.800,- Kelebihan Rp 1.600,- perekor itu selain untuk biasa pesawat pengiriman, juga masuk kantong Menteri KKP dan para pembantunya.

Ironisnya, ketika ditanya pers Mentri Edhy Prabowo selalu berdalih bahwa ekspor benur dibuka kembali demi menyejahterakan petambak pembibitan benur di pesisir selatan. Padahal faktanya, justru hanya mensejahterakan oknum-oknum di KKP belaka. Bukan memakmurkan petambak, bukan pula menambah pemasukan ke Kas Negara.

Menteri KKP pernah diingatkan staf ahlinya, tapi tak digubris. Akhirnya Edhy Prabowo Cs kena batunya. Habis bertugas ke AS dan pulangnya mampir ke Hawai untuk shoping, ditangkap penyidik KPK pimpinan Novel Baswedan di Bandara Sukarno-Hatta. Menteri dan istrinya banyak belanja barang mewah dari hasil suap PT ACK itu. Akibatnya sangat ironis, habis jalan-jalan ke Honolulu dipaksa KPK untuk hono kene wae (di sini saja) alias ditahan.