Pengungsi Gunung Ili Lewotolok Terus Bertambah dan Hampir Capai 6.000

Ilustrasi tenda pengungsian/ Antara

LEMBATA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mencatat pengungsi erupsi Gunung Ili Lewotolok terus bertambah dan  capai 5.830 orang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata mencatat pengungsi  berasal dari 28 desa, di antaranya 17 desa di kecamatan Ile Ape dan 9 desa di Ile Ape Timur, mengungsi ke 20 titik pengungsi. Warga di beberapa desa lain juga membuka rumah mereka untuk menerima warga terpaksa meninggalkan rumah akibat letusan gunung yang terletak di kabupaten/kota Lembata, Nusa Tenggara Timur itu.

BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur telah membantu pasokan kebutuhan di tenda-tenda pengungsian dengan mengirimkan selimut, alas tidur, terpal, masker, perlengkapan bayi dan balita, fasilitas sanitasi darurat, juga personel untuk pendampingan anak-anak. Beberapa pos komando juga didirikan untuk memastikan penanganan darurat warga yang mengungsi, pelayanan di pos pengungsian maupun mengatur pasokan logistik.

Gunung Ili Lewotolok kini berada dalam status level III atau “siaga” dan masih terus erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik 800 meter di atas permukaan laut.

Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dengan durasi satu menit 30 detik