Israel Perketat Aturan Bagi Tahanan Palestina pada Tahun 2020

Ilustrasi: Penjara di Israel/BBC

RAMALLAH – Seorang pejabat Palestina mengatakan bahwa tahun 2020 menjadi tahun terburuk bagi tahanan Palestina di penjara Israel.

Qadri Abu Bakr, Ketua Komisi Urusan Tahanan Otoritas Palestina, mengatakan bahwa Israel telah memperketat praktiknya terhadap warga Palestina tahun ini.

“Tahun 2020 adalah tahun terburuk bagi tahanan Palestina. Administrasi penjara menggerebek dan menyerang bagian tahanan hampir setiap hari,” ujar Abu Bakr.

Menggarisbawahi bahwa tahanan juga menjadi sasaran kurungan isolasi tanpa kondisi kemanusiaan, dia mengatakan Israel telah mengeluarkan undang-undang untuk memberlakukan syarat yang lebih ketat.

Menurut Abu Bakr, seperti dilansir Anadolu,PP sebanyak 137 narapidana terinfeksi Covid-19 di Penjara Gilboa, Israel utara.

Dia menambahkan bahwa Israel tidak peduli dengan kehidupan para narapidana dan tidak mengambil tindakan perlindungan.

Ada 360 orang Palestina yang ditahan oleh Israel di penjara tersebut.

Menurut perkiraan Palestina, ada 4.400 tahanan Palestina di penjara Israel, termasuk 39 wanita dan 155 anak-anak, dan sekitar 350 ditahan di bawah kebijakan penahanan administratif Israel.

Kebijakan itu memungkinkan mereka menahan warga Palestina tanpa dakwaan atau pengadilan.