Dua Orang Asal Sumut Ditangkap Setelah Coba Bawa Lari Pengungsi Rohingya di Aceh

Ilustrasi Rohingya, myanmar

ACEH – Dua warga asal Sumatera Utara (Sumut) diamankan oleh personel TNI dari jajaran Kodim 0103 Aceh Utara saat menjemput satu perempuan imigran Rohingya dari Balai Latihan Kerja (BLK) di lhokseumawe, Aceh.

Dua orang yang ditangkap diduga merupakan pelaku penyeludupan sindikat perdagangan manusia Imigran Rohingnya di penampungan sementara di BLK Kandang Lhokseumawe. Mereka ditangkap oleh warga karena gerak geriknya yang sangat mencurikan.

Aksi pelarian ini dibantu dua warga Tanjung Balai, Sumut berinisial AS (37) dan MS (32) yang diduga sindikat perdagangan manusia Rohingya.

Ketiganya diamankan oleh warga di sekitaran lokasi penampungan karena curiga dengan kendaraan diparkir di halaman masjid hingga malam hari. Dari hasil pemeriksaan awal, AS dan MS mendapat tugas penjemputan dari kakaknya, SP di Tanjung Balai.

Pelaku rencananya akan membawa kabur dua perempuan muda imigran Rohingya inisial RM (19) ke Sumatera Utara. Sebelumnya AS juga pernah menjemput enam imigran Rohingya dari Tebing Tinggi dan membawa ke rumah SP.

Selain dua pelaku, pihak keamanan juga mengamankan barang bukti mobil, handphone, kartu identitas, ATM dan pakaian pelaku.

Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto mengatakan, aksi pelarian diketahui warga dan diserahkan ke personel TNI. Meskipun saat ini penanganan dan kemananan imigran ini menjadi tanggung jawab penuh pihak UNHCR.

“Aksi pelarian ini makin mudah dilakukan oleh imigran gelap Rohingya karena petugas UNHCR hanya menjaga mereka selama delapan jam. Apalagi aksi ini dibantu oleh sindikat orang luar yang telah merencakan pelarian imigran,” katanya, dilansir iNews.