Model Pemberdayaan Sentra Ternak DD Farm

JAKARTA — Inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Republika, Parni Hadi menjelaskan mengenai sentra ternak DD Farm secara teknis mengubah model pemberdayaan peternak dari model plasma menjadi model sentra.

“Masyarakat penerima manfaat direkrut dengan kriteria mustahik dan mekanisme akad sebagai pekerja. Selama dua tahun, mustahik tersebut dilatih tentang manajemen kandang, pakan, kesehatan ternak, administrasi peternakan, dan lain sebagainya. Setelah itu, berdasarkan mekanisme seleksi yang ketat, mustahik yang lulus diberikan inkubasi dalam bentuk modal anakan ternak agar menjadi peternak,” tulis Parni Hadi dalam keterangannya, Selasa (15/12/2020).

Pada tahap tersebut, para penerima manfaat menjadi mitra DD Farm dan berhimpun menjadi Badan Usaha Desa (Bude). Peternakan plasma ditumbuhkan menjadi community enterprise yang terhubung dengan sentra ternak dalam hal pemasaran.

Proses kemitraan ini kemudian dikembangkan menjadi jaringan sosial enterprise baru, yang diproyeksikan ke tahap pengukuhan menjadi muzakki baru.

Dalam tulisannya, Parni membeberkan, selain sebagai unit bisnis sosial, DD Farm juga mengembangkan beberapa produk sebagai pemasukan (revenue stream) usaha. Produk pertama adalah penggemukan domba/kambing untuk penjualan karkas bagi restoran dan catering, serta setiap tahun untuk mensuplai kebutuhan hewan Kurban. Selain itu, juga memproduksi pakan ternak berupa complete feed dan silase yang dipakai sendiri sekaligus dijual ke pasar peternak.

Bahkan, kotoran ternak pun juga menjadi produk penghasil uang bagi DD Farm. “Kotoran dikumpulkan dari kandang, kemudian diolah melalui proses penjemuran tanpa bantuan teknologi dan kimia, sehingga menghasilkan pupuk dengan kualitas baik, mengandung 90% kotoran domba/kambing tanpa campuran pasir, sekam, atau material yang lain,” jelas pengusung Filantopreneur tersebut.