Sepanjang 2020, Terjadi 11 Kali Gempa yang Merusak di Indonesia

ilusrasi/ist

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 11 kali gempa bumi yang merusak sepanjang 2020.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono merinci gempa-gempa yang menimbulkan kerusakan tersebut, yaitu Gempa Simeulue 7 Januari 2020 (M 6,1) merusak beberapa rumah di Simeulue. Gempa Seram Utara 8 Februari 2020 (M 5,4) merusak beberapa rumah di Kobisonta, Seram Utara.

Gempa Kalapanunggal Sukabumi 10 Maret 2020 (M 5,1) merusak 760 rumah. Gempa Tapanuli Selatan 30 April 2020 (M 5,1) merusak dua tempat ibadah, gedung Sekolah Dasar dan empat rumah warga di Aek Libung, Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan.

Kemudian Gempa Aceh-Sabang 4 Juni 2020 (M 4,8) merusak beberapa rumah di Sabang. Gempa Maluku Utara 4 Juni 2020 (M 6,8) merusak ratusan rumah di Morotai. Gempa (doublet) Bengkulu 19 Agust 2020 (M6,6) dan (M6,7) merusak beberapa rumah di Sungai Gerong, Lebong.

Selanjutnya Gempa Talaud 9 September 2020 (M 5,7) merusak 55 rumah di Kecamatan Beo, Pulutan, dan Rainis, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa Pangandaran 25 Oktober 2020 (M 5,6) merusak 29 rumah di Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut. Gempa ini dilaporkan menyebabkan tiga orang menderita luka-luka.

Serta Gempa Mamuju Tengah 28 November 2020 (M 5,3) merusak beberapa rumah di Desa Kampung Baru, Los Pasar, Mamuju Tengah dan Gempa Brebes-Kuningan 11 Desember 2020 (M 4,2) menyebabkan empat rumah rusak sedang, 19 unit rumah rusak ringan, dan dua unit fasilitas umum yaitu Puskesmas dan Gedung Posyandu di Desa Cipondok Kecamatan Cibingbin.

Mencermati rentetan peristiwa gempa merusak tersebut, jika dikaitkan dengan sumber gempanya tampak gempa yang terjadi dipicu aktifnya sumber gempa subduksi lempeng/megathrust dan sesar aktif, rinciannya lima kali gempa merusak dipicu oleh aktivitas sumber gempa subduksi lempeng yaitu Subduksi Sunda, Subduksi lempeng Laut Filipina.