Tahun Baru Alam Baru

Diperkirakan 842.000 mobil akan tinggalkan Jakarta hari ini, seakan tak peduli ancaman virus Corona.

BESUK pagi kita sudah memasuki tahun baru 2021. Di tahun baru ini pula kita menikmati penyakit baru yang namanya Corona, yang diperbarui namanya menjadi Covid-19. Tapi waspadalah……., gara-gara liburan Nataru (Natal & Tahun Baru), Corona jenis baru muncul. Dan ketika diprediksi terjadi ledakan korban Corona gara-gara Nataru yang dipaksakan, dikhawatirkan semakin banyak penduduk negeri lebih cepat masuk “alam baru”. Meskipun, soal kematian itu sudah menjadi takdir Illahi yang tak bisa dihindari.

Sebetulnya sih, Natal dan Tahun Baru akan selalu hadir setiap tahun. Artinya setiap orang punya peluang sama untuk merasakan dan menikmati, kecuali bagi mereka yang sudah ditakdirkan masuk “alam baru”. Karenanya, sangat mengherankan di kala situasinya seperti ini, orang berbondong-bondong pada mudik dan liburan ke luar kota. Apakah tidak takut bahwa ancaman Covid-19 siap menyergap siapa saja, tak peduli bocah, orang dewasa, apa lagi kalangan anggur kolesom (orang tua) alias kakek nenek.

Tapi yang mengherankan, dalam kondisi kritis begini pemerintah tetap memberikan “libur panjang” bagi rakyatnya, baik mereka yang PNS maupun swasta. Jika disesuaikan dengan pandemi, hanya diperpendek atau dikurangi 3 hari yakni: 28, 29, dan 30 (Desember). Jelas ini sama sekali tidak ngefek, karena laju penduduk berlibur tetap saja tinggi. Beda bila ditunda dulu, niscaya yang berlibur akan jauh berkurang.

Gara-gara banyak libur kini banyak orang menggali kubur. Ini sudah diprediksi kalangan pakar epidemiolog. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, maka diprediksi korban terpapar Corona di awal tahun 2021 ini akan meningkat dua kali lipat. Padahal kapasitas Rumah Sakit Darurat Corona semacam Wisma Atlet di Jakarta tinggal 20 persen. Kalau barang masih bisa dipres biar muat, kalau pasien? Kasihan para pasien, kasihan pula para tenaga dokter dan tenaga medisnya.