Kim Jong Un Berterima Kasih pada Rakyatnya

Pemimpin Tertinggi Korut menyampaikan pidato tahun baru dengan ucapan terima kasih pada rakyatnya yang setia di masa-masa sulit akibat embargo ekonomi AS dan pandemi Covid-19.

PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un, seperti dilakukan tahun sebelumnya, menyampaikan selamat tahun baru dan ucapan terima kasih pada rakyat yang dinilainya telah mendukung partai di masa-masa sulit saat ini.

Seperti dikutip kantor berita Korut KCNA, Kim juga berjanji akan bekerja lebih keras untuk mewujudkan kemakmuran bagi rakyatnya.

Muncul di hadapan publik sebanyak 53 kali sepanjang 2020 atau terendah sejak 2012, pidato politik pemimpin tertinggi Korut itu, seperti dikutip Bloomberg, mengindikasikan kebijakan yang akan dilakukan negeri itu ke depannya.

Dalam pidato berisi lebih 4.000 kata itu agaknya banyak kalangan meyakini Kim menyimpan “amunisi” untuk kongres Partai Buruh Korea yang akan digelar awal Januari ini.

Langkah pertama Kim di awal 2021 akan menjadi sinyal pola pendekatan pertamanya terhadap presiden terpilih Amerika Serikat,  Joe Biden karena ia menjadi salah satu pemimpin dunia yang belum mengucapkan selamat atau mengakui kemenangan Biden atas Donald Trump.

Dalam pidatonya, Kim  menegaskan, dia tak lagi terikat dengan moratorium penghentian uji coba senjata nuklir dan rudal jarak jauh dan menyerukan aksi mengejutkan  untuk membuat pihak AS “membayar penderitaan rakyat” atas sanksi yang melumpuhkan ekonomi negaranya.

Dalam penampilan publik terakhirnya Oktober lalu, Kim mengejutkan banyak pihak dengan menangis saat berpidato dalam parade militer,    meminta maaf kepada rakyatnya karena perekonomian negara penganut ideologi “Juche” itu nyaris kolaps akibat himpitan ekonomi sebagai imbas embargo AS dan pandemi Covid-19.

Pernyataan pada kongres partai, Januari ini diyakini akan memberi petunjuk langkah Kim dalam menyelamatkan ekonomi negaranya yang dihantam bencana alam dan pandemi virus corona sehingga mengalami kontraksi terparah sejak dilanda kelaparan pada 1990-an.