BEGAWAN YAKSAKUMARA (2)

Sebanyak 6 lasykar cantrik padepokan Glagah Tinulak tewas, Begawan Yaksakumara kalangkabut.

GATUTKACA kaget, ternyata lasykar cantrik itu benar-benar hanya bawa senjata berupa ketapel, bukan senjata api sebagaimana isyunya selama ini. Karenanya Gatutkaca lebih santai menghadapi cantrik. Kalaupun lasykar cantrik bermain kasar, paling-paling hanya menyiram orang pakai wedang panas. Itu pun mudah disiasati, karena si cantrik dipastikan harus masak air dulu!

Yang sungguh di luar dugaan etika perwayangan, lasykar cantrik itu tak hanya menanyakan nama dan dari negara mana. Tapi juga minta tunjukkan KTP dan paspor segala. Wah ini kelewatan. Memangnya dia polisi dan petugas imigrasi? Ini benar-benar kurang ajar, bertindak di luar domainnya. Ternyata benar isyu selama ini, lasykar cantrik memang suka razia warung-warung yang di luar wewenangnya.

“Maaf, aku tak bisa menunjukkan, apa lagi menyerahkan. Namaku Gatutkaca, semua wayang tahu itu, termasuk dalang, pesinden dan wiyaga-nya sekalian. Nggak percaya lihat saja Google.” Kata Gatutkaca tegas.

“Apa itu Google? Orang pendek yang bekerja di Jamu Jago ya?” kata si lasykar cantrik agak kebloon-bloonan, dan memang bloon.

“Itu sih bogel, korban stunting.”

Lasykar cantrik itu kemudian panggil sejumlah lasykar lainnya, dan mak reguduk sebanyak 20 lasykar dari Padepokan Glagah Tinulak telah mengepung Gatutkaca. Benar kata orang selama ini, lasykar cantrik memang hobinya keroyokan. Jika jalan bareng-bareng lagaknya sangat over akting, padahal jika sendirian tingkahnya loyo macm kerupuk disiram air.

Mereka semua bawa celurit macam mau caruk. Biar Gatutkaca terkenal otot kawat balung wesi keringat wedang kopi, jika dikeroyok bareng-bareng keteter juga. Maka dia bertindak cepat, 6 lasykar cantrik ditangkap dan diuntir lehernya sampai lepas dari badan. Kemudian kepalanya dilemparkan ke kerumunan lasykar macam melempar bola PSSI saja. Hasilnya luar biasa, segenap lasykar cantrik yang ada langsung kabur menyelamatkan diri.