Edukasi Soal Vaksin Perlu Untuk Yakinkan Masyarakat

Vaksinasi dengan vaksin PT Biofarma dan Sinovac diperkirakan baru bisa dilakukan secara bertahap mulai akhir Januari.

SEMARANG – Pelibatan kepala daerah, tokoh masyarakat hingga tokoh agama sebagai contoh penerima vaksinasi awal dinilai penting guna menyikapi adanya keraguan, yang masih muncul dari sebagian masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan akan mampu mengedukasi sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat, baik perihal keamanan, efektifitas hingga kehalalan vaksin Corona yang kini telah siap diberikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, dalam rangka mengantisipasi adanya penolakan pemberian vaksin Corona oleh masyarakat, maka perlu dilakukan langkah- langkah edukasi yang tepat.

Sehingga vaksinasi untuk mengendalikan pendemi Corona dapat efektif dilaksanakan. “Maka, diperlukan sosialisasi serta edukasi yang bersifat persuasif dan jangan ada kesan dipaksa,” jelasnya dari laman Republika, Kamis (7/1).

Menurutnya, penolakan biasanya muncul karena masih ragu- ragu. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan vaksinasi Corona nanti akan melibatkan tokoh publik, tokoh masyarakat hingga tokoh agama maupun ulama untuk megawali.

Harapannya akan mampu menumbuhkan kepercayaan serta keyakinan masyarakat yang masih ragu dan berpotensi menolak. “Sehingga pihak yang masih ragu bisa mantap atau bersedia diberi vaksin,” kata Yulianto.

Saat ini, lanjutnya Dinkes Provini Jawa Tengah, masih menunggu keputusan dari pusat terkait dengan pelaksanaan pemberian vaksinasi Corona untuk langkah pertama.