Kini, Pramugari Eva Air Tak Perlu Cemas Lagi untuk ‘Nyebokin’ Salah Satu Penumpang yang Obesitas

Penumpang Eva Air yang Obesitas. Foto: Shanghaiist

TAIWAN – Pramugari penerbangan Taiwan Eva Air tidak perlu cemas lagi menyeka pantat atau nyebokin salah satu penumpang warga negara Amerika yang bertubuh tambun, setelah dikabarkan dia meninggal dunia di Thailand bulan lalu.

Pria itu, diperkirakan memiliki berat sekitar 200 kg, menjadi berita utama pada bulan Januari 2020, setelah konferensi pers perusahaan penerbangan Taiwan Eva Air di mana seorang pramugari wanita mengalami trauma karena dia terpaksa menurunkan celana salah seorang penumpang ketika berada di toilet dan bahkan menyeka pantatnya dalam penerbangan dari Los Angeles ke Taipei.

Pramugari itu semakin trauma ketika mengetahui bahwa penumpang tersebut telah memesan penerbangan Eva Air lain untuk bulan Mei 2021 yang akan mengembalikannya melalui Taipei dari Bangkok.

Maskapai tersebut kemudian memberi tahu pengacara pria itu agar mereka membatalkan reservasi itu, yang akhirnya pihak maskapai mengetahui dia telah meninggal pada bulan Maret di pulau Ko Samui, Thailand karena “penyakit”.

Pihak Eva Air mengatakan, sekarang sedang berbincang dengan anggota keluarga pria tersebut untuk mengembalikan biaya tiket yang sudah dipesan.

Selama perjalanan 19 Januari 2020, pramugari mengatakan bahwa pria itu meminta mereka untuk membantunya ke kamar mandi, dengana alasan dia baru saja menjalani operasi di tangannya. Begitu berada di dalam toilet, dia memerintahkan kru yang semuanya perempuan untuk menurunkan celananya dan mencoba bersikeras membiarkan pintu terbuka saat dia melakukan urusannya.

Akhirnya, dia meminta mereka untuk masuk ke dalam dan menyeka pantatnya untuknya, mengancam akan tetap di kamar mandi selama penerbangan jika mereka tidak mau. Merasa seolah tidak punya pilihan, seorang pramugari mengenakan tiga lapis sarung tangan bedah dan mulai menyeka.