Dinkes Bogor Catat Penambahan 292 Pasien Covid-19

Ilustrasi Tingkat hunian RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta pusat dan seluruh RS rujukan di DKI Jakarta sudah melampaui 70 persen akibat melonjaknya jumlah pasien..

BOGOR – Dinas Kesehatan Kota Bogor, mencatat tambahan sebanyak 292 warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam empat hari terakhir sehingga akumulasi kasus positif COVID-19 di kota hujan itu mencapai 5.918 kasus.

Berdasarkan data harian penanganan COVID-19 di Dinas Kesehatan Kota Bogor, warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif pada Kamis kemarin ada sebanyak 74 kasus, pada Rabu (6/1) ada sebanyak 73 kasus, pada Selasa (5/1) ada 73 kasus, serta pada Senin (4/1) ada 72 kasus.

Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa penyebaran COVID-19 di Kota Bogor pada pekan ini rata-rata sekitar 70-an kasus per hari dan trennya terus meningkat. Sedangkan, jumlah kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia dalam empat hari terakhir, ada dua kasus yakni masing-masing satu kasus pada Rabu (6/1) dan Selasa (5/1).

Dari 5.918 kasus positif COVID-19, saat ini ada 1.006 kasus positif yang masih sakit, ada 135 kasus positif meninggal dunia, serta 4.630 kasus positif telah dinyatakan sembuh. Jumlah 1.006 kasus positif yang masih sakit itu, menunjukkan angka yang sangat tinggi, karena daya tampung rumah sakit di Kota Bogor untuk pasien positif COVID-19 hanya 591 tempat tidur, serta daya tempat tempat isolasi untuk pasien positif tanpa gejala di Lido hanya 100 tempat tidur.

Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, pasien kasus positif COVID-19 semakin sulit mendapat perawatan di ruang isolasi di rumah sakit maupun tempat isolasi khusus karena terus meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bogor menyiapkan Rumah Sakit Lapangan (RSL) di Komplek GOR Pajajaran, yang memiliki daya tampung 70 tempat tidur untuk pasien positif COVID-19.