Kim Jong Un Ingin “PDKT” dengan Korsel?

Warga Korut bersuka cita menyambut Kongres ke-8 Partai Buruh Korut. Presiden Kim Jong Un menyiratkan keinginannya melanjutkan negosiasi dengan Kosel.

TIDAK seperti biasanya, pemimpin tertinggi orea Utara Kim Jong Un yang menunjukkan sikap permusuhan dengan negara serumpun, Korea Selatan melontarkan signal perdamaian.

Keinginan Kim untuk memperluas hubungan luar negeri (dengan Korsel-red) dilontarkannya saat penutupan Kongres Partai Buruh, satu-satunya parpol di negeri yang serba tertutup itu, hari ini (8/1), seperti dikutip Reuters dari kantor berita KCNA. Dilaporkan, kongres diikuti sekitar 5.000 utusan dan dilliput 100 wartawan.

Kongres kedelapan Partai Buruh berlangsung tiga hari di tengah kemacetan negosiasi yang bertujuan untuk melucuti program nuklir dan rudal Korut dengan imbalan keringanan sanksi AS.

Agenda kongres untuk meninjau kerja partai sejak terakhir kali digelar pada 2016 dan menguraikan cetak biru baru yang a.l. mengangkat  masalah perwujudan kembali hubungan dengan Korsel sesuai perkembangan dan juga membahas kebijakan luar negeri.

Namun dalam pidatonya Kim berjanji untuk terus memperkuat pertahanan Korut demi perdamaian namun KCNA tidak merinci lebih jauh  pernyataan tersebut.

KCNA melaporkan, Jong Un mendeklarasikan orientasi umum dan rencana kebijakan partai secara komprehensif memperluas dan mengembangkan hubungan eksternal.

Relasi Korut dan Korsel yang masih dalam status perang sejak Perang Korea antar 1951 sampai 1953 pernah mencatatkan sedikit kemajuan setelah Kim bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in pada 2018 dan juga Presiden AS Donald Trump di Vietnam dan Singapura beberapa tahun lalu, namun negosiasi tersebut berakhir kegagalan.

 

 

 

Lima Konsorsium Siap Produksi GeNose

 

LIMA perusahaan konsorsium siap memproduksi 30.000 hingga 40.000 alat rapid test GeNose untuk mendeteksi Covid-19 buatan Universitas Gajah Mada yang hanya dilakukan melalui hembusan nafas dan tes rapid antigen CePad buatan Universitas Pajajaran.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Menristek/Ketua Badan Riset dan Inovasi Nasional  Prof. Bambang Brojonegoro Ph.D dalam konferensi pers penyerahan GeNose C19 dan rapid test berbasis antigen CePAD buatan Universitas Pajajaran di Jakarta, Kamis (7/1).

 

Pada tahap awal, kata dia, pada Februari nanti ditargetkan bisa memproduki 5.000 per bulan dan akhir Februari-Maret sudah 10.000 sehingga pada intinya konsorsium siap untuk memproduksi GeNOse sebanyak 30.000-40.000 unit,” kata Bambang.

 

“Baik GeNose maupun CePAD merupakan karya luar biasa yang mungkin tidak dibayangkan, karena mamapu mendeteksi virus penyebab Covid-19 dalam waktu singkat,” kata dia. Harga Tes Covid-19 dengan GeNose Rp 15.000-Rp 25.000 per test, namun tidak diperoleh harga untuk CePAD.