MUI: Vaksin Sinovac Halal dan Suci, Fatwa Belum Final

Empat vaksin terdiri dari 426 juta dosis vaksin Covid-19 disiapkan untuk 181 juta warga (dua pertiga dari total penduduk RI) dengan dua kali suntikan agar mencapai kekebalan massal (herd immunity)

JAKARTA – Ketua Harian Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam mengatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan vaksin Covid-19 Sinovac suci dan halal.

“Setelah diskusi cukup panjang dari hasil penjelasan tim auditor, rapat komisi fatwa menyepakati vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac yang diajukan sertifikasinya oleh PT Bio Farma, hukumnya suci dan halal,” kata Niam dalam konferensi pers virtual, Jumat.

Meski demikian, fatwa MUI terkait vaksin Sinovac belum final karena masih menunggu laporan final Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy).

“Ini akan menunggu hasil final ke-toyiban-nya. Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan, apakah aman atau tidak, maka fatwa akan melihat,” ujar Niam.

MUI telah mengkaji laporan tim audit MUI yang telah mengunjungi pabrik Sinovac bersama BPOM, Kementerian Kesehatan dan Bio Farma pada Oktober 2020.

MUI juga telah menerima data lengkap dan melakukan audit lapangan di Bio Farma yang akan memproduksi vaksin ini secara massal.