Mustahik Move to Muzakki, Cabang Move to Mandiri

DD Farm mendorong mustahik untuk menjadi muzakki dan menjadikan cabang menuju menjadi institusi mandiri.

Dompet Dhuafa Waspada membagikan sembako gratis kepada dhuafa terdampak (foto:Dompet Dhuafa)

JAKARTA – Sentra Ternak Terpadu Dompet Dhuafa atau DD Farm dibangun atas kolaborasi antara Direktorat Dakwah, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat melalui program Pengembangan Ekonomi, Lingkungan dan Budaya dengan Remo Ziswaf di mana Pengembangan Jaringan (Pengjar) memotori cabang-cabang Dompet Dhuafa di seluruh Indonesia.

Direktur Dakwah, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, ustadz Ahmad Shonhaji menjelaskan, DD Farm merupakan sesuatu ikhtiar Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi dalam upaya mendistribusikan dan menyalurkan dana zakat kepada masyarakat.

“Dompet Dhuafa punya program mustahik move to muzaki, dengan pendekatan zakat produktif yang dikelola diharapkan bukan hanya masuk pada aspek filantropi tetapi masuk kepada pengelolaan aspek filantopreneur, bagaimana pendekatan dalam pengelolaan sentra ternak ini pada akhirnya pada akhirnya membuat sustainability yang produktif dalam melakukan tata kelola pengelolaan dana zakat. sehingga dia tidak hanya bersifat konsumtif tapi juga ada aspek filantopreneur, itu saya kira,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada Swara Cinta.

Dengan konsep model pemberdayaan produktif, lanjut Shonhaji, keterlibatannya mustahik dalam tata kelolanya, baik diaspek tenaga kerjanya, maupun di aspek pengelolaannya. Tidak hanya sebagai sentra tapi juga plasma-plasma yang juga melibatkan para kelompok ternak sebagai kelompok mitra DD farm ini.

“Jadi nantinya kelompok peternak akan menjadi mitra kita dalam bisnis proses tersebut, dan kelompok ternak itu akan menyebar di masyarakat sehingga itu akan menjadi pola bagaimana keberpihakan kita kepada mustahiknya,” sambung ustadz Shonhaji.

Kemandirian Cabang

Lalu, lanjut Ustad Shonhaji, peran cabang Dompet Dhuafa untuk mendorong gerakan ekonomi umat dapat dilakukan melalui penguatan strategis pengembangan jaringan Dompet Dhuafa untuk mewujudkan harapan kemandirian cabang Dompet Dhuafa. Sekaligus, menjadi pemantik pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui program pertanian dan layanan usaha mikro.

Selain itu pula, meningkatkan ketahanan pangan, pola padat karya dan pemenuhan gizi masyarakat desa dan penyediaan stok hewan ternak dan perluasan distribusi untuk momen kurban maupun reguler.

Hal tersebut sesuai dengan arahan strategis yang harus dicapai seperti dalam agenda konsolidasi sentra ternak di Hotel Yello beberapa waktu lalu bersama Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDRR), Nasyith Majidi dan juga bersama direksi serta para 12 Pimpinan Cabang.

Dalam agenda tersebut salah satunya penyerahan SK dan penunjukkan Dompet Dhuafa cabang sebagai pengelola program sentra ternak DD Farm sekaligus seremoni penandatanganan prasasti program sentra ternak DD Farm.

“Arahan strategisnya ialah salah satunya mengoptimalkan kekuatan Ziswaf ini bukan hanya pendekatan konsumtif filantropi saja tetapi bagaimana kita menumbuh kembangkan sumber dana ziswaf kepada filantopreneur dengan aspek enterprise-nya yang akan kembali kepada kegiatan sosial dan peruntukan masyarakat dhuafa,” pungkas ustadz Ahmad Shonhaji. – Romy Syawal