Positivity Rate di Indonesia Naik Tiga Kali Lipat dan Sebabkan Penularan Covid-19 Makin Cepat

Ilustrasi tes swab/ CNN Indonesia

JAKARTA – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebutkan angka positivity rate 30 persen di Indonesia meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya 10 persen.

Sementara standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan pengendalian virus COVID-19 seharusnya dengan positivity rate maksimal 5 persen.

Menurutnya rasio kasus positif COVID-19 di Indonesia yang mencapai 30 persen menyebabkan virus menjadi sangat cepat menular dan berdampak pada kasus yang semakin tinggi.

“Bahwa penularan virus dengan positivity rate 30 persen akan sangat cepat menular di masyarakat dan kasus akan menjadi sangat tinggi,” kata Nadia dalam konferensi pers secara daring yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Nadia mengungkapkan meningkatnya angka kasus COVID-19 di Indonesia yang belakangan berada di rentang 10 ribu lebih kasus per harinya, tidak disebabkan oleh peningkatan kapasitas pemeriksaan sampel yang melonjak secara signifikan.

Menurut Nadia, peningkatan kasus COVID-19 yang semakin tinggi belakangan ini disebabkan oleh tingkat penularan yang semakin cepat di masyarakat.

Selain itu, lanjut dia, peningkatan kasus juga imbas dari libur panjang di akhir tahun 2020 dan juga protokol kesehatan yang belum benar-benar diterapkan secara disiplin oleh masyarakat.

“Masyarakat masih belum betul-betul menerapkan protokol kesehatan 3M dengan benar. Ini tidak hanya berdampak pada risiko penularan semakin tinggi, tapi perilaku yang tidak optimal juga akan menambah kasus,” kata dia, dilansir Antara.