Majene Digoyang Gempa, Dompet Dhuafa Turunkan Tim Respon

Gempa Majene, Jumat (14/1/2021) membuat banyak gedung ambruk, Foto: DD

MAJENE – Direktur Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa Benny Jumat (15/1/2021), melaporkan, untuk respon gempa Majene, Tim Dompet Dhuafa menurunkan Tim Assessment;  Awaluddin (Majene Tengah) dan Tawakkal dengan dukungan kendaraan sepeda motor.

Tim pertama ini, didukung tim kedua yang merupakan Tim Evakuasi; 8 orang ; Syarif ( Makassar), Rezky (Makassar), Ilham (Makassar), Waldi (Makassar), Ayub (Makassar), Herul (Makassar), Asta (Pare Pare) dan Ino (Pare Pare).

Aktivitas tim juga didamping tim medis ; Andi Mappasallang (Makassar) dan Markom; Aswar Habir (Makassar)

Tim ini bergerak dari Majene Tengah menuju Majene Kota dan melakukan rapid asessment di Majene Kota, kemudian melanjutkan perjalanan ke Majene (Malunda) melakukan rapid asessment dan melibatkan relawan lokal yangg bersedia mensupport pergerakan aktivitas tim Dompet Dhuafa, sekaligus mencari titik Pos Dompet Dhuafa.

“Apabila kondisi dn situasi di anggap ekonomi lumpuh dn bnyak korban jiwa maka akan di suport armada barzah dari kalimantan, kendaraan Hilux dan Darling (Dapur Keliling) dipersiapkan untuk merapat ke lokasi menunggu hasil asessmen tim,” ungkap Benny.

Seperti diberitakan Kompas, Gempa tektonik magnitudo 5,9 pada Kamis (14/1/2021) yang berpusat di Kecamatan Malunda Majene, menyebabkan dua tebing batu di jalur Trans Sulawesi longsor.

Bongkahan batu raksasa yang menggelinding membuat warga setempat dan pengendara khawatir mendekati titik longsor. Akses jalan tertutup bongkahan batu raksasa yang ukurannya melebihi ketinggian manusia.

Kabid Kedaruratan BPBD Majene Sirajuddin menyebutkan, pihaknya kini terus melakukan validasi data kerusakan pasca gempa.

Namun menurutnya gempa tektonik yang berpusat di Majene, menyebabkan 2 titik pegunungan di wilayah Majene longsor. Bongkahan batu raksasa terus mengelinding dan menutup akses jalan Trans Sulawesi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait longsor di jalan Trans Sulawesi.