Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Selamat Jalan Tjuk Sukiadi

SURABAYA – Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun telah berpulang seorang relawan ahli Dompet Dhuafa yang merupakan ekonom dan dosen senior Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya, Tjuk Kasturi Sukiadi.

Almarhum yang juga merupakan tokoh senior Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), meninggal pada Sabtu, 16 Januari 2021,  di Rumah Sakit Khusus Infeksi Unair dalam usia 75 tahun.

Selain ekonom, kepedulian Tjuk pada budaya tradisional juga besar, hal tersebut ditunjukan Tjuk yang tergabung dalam Yayasan Sawunggaling, sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang pelestarian budaya di Surabaya barat.

Meskipun sejak 10 tahun lalu sudah pensiun dari Unair, namun Tjuk sesekali masih mengajar sebagai dosen tamu, demikian dikutipn dari Tempo.co.

Sementara itu gelora kemanusiaannya juga ditunjukan almarhum sebagai relawan ahli Dompet Dhuafa, dimana dikutip dari wawancara Tjuk bersama Swara Cinta, pada tahun 2016 lalu, Tjuk mengatakan dirinya mengajukan ke Dompet Dhuafa agar melakukan studi yang serius dan konfrehensif, untuk memajukan sebuah Desa.

“Kita buat studi yang melihat desa dari 5 tipologi. Dikategorikan pada desa yang maju, menengah dan tertinggal,” ujarnya, kala itu.

“Dengan hasil studi tersebut, baru dilakukan intervensi yang tepat sasaran. Dengan adanya hasil studi itu, maka pembangunan di desa akan berjalan efektif. Selama ini pemerintah memang sudah banyak mengucurkan dana, tapi tidak efektif, makanya tidak ada perubahan,” tambahnya.

Menurutnya, studi itu juga mengkaji bagaimana menghilangkan persepsi yang ada di masyarakat, bahwa selama ini kalau pemerintah yang mengucurkan dana ke desa dianggap hanya sekedar menghabiskan duit. Karena masyarakat desa berpikir, aparat pemerintahnya main-main, kenapa kami harus serius. Pendapat ini masih massif di desa.

Dia menegaskan,  jika Dompet Dhuafa masuk ke desa, atau yang masuk membangun desa bukan orang pemerintah, mungkin masyarakat desa akan lebih serius. “Jadi kita datang ke sana benar-benar untuk mengembangkan desa, mereka juga serius menjalankan proyek pembangunan desa itu karena memang kita serius, tidak sekedar project oriented,” tandasnya.