Pasca Erupsi, Gunung Semeru Masih Berstatus Waspada

Gunung Semeru/ Foto:IST

LUMAJANG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan meskipun ada peningkatan aktifitas vulkanik, status Gunung Semeru  masih tetap level II atau waspada.

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahayanya, maka tingkat aktivitas Gunung Semeru masih ditetapkan pada level II (waspada),” katanya Kepala Subbidang Mitigasi Gunung api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani dalam keterangan tertulisnya.

Gunung Semeru kembali erupsi dan meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur empat kilometer ke arah Besuk Kobokan pada pukul 17.24 WIB. Aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500-1.000 meter dari Kawah Jongring Seloko ke arah Besuk Kobokan.

Ia menjelaskan pada 1 Januari 2021, pukul 14.58 WIB, terjadi awan panas guguran dengan jarak luncuran dan arah luncuran tidak dapat teramati karena gunung tertutup kabu.

Selama periode 1-15 Januari 2020 teramati aktivitas guguran lava pijar dengan jarak luncur 500-1.000 meter arah Besuk Kobokan. Kolom asap letusan teramati dengan ketinggian 200-300 meter, warna asap putih tebal condong ke utara, kemudian sinar api teramati setinggi 10 meter di atas puncak.