Lengserkan Reporter Indonesia, Petinggi VOA dipecat

Patsi Widakuswara, koresponden Indonesia yang dibebastugaskan dari kegiatan peliputan di Gedung Putih, AS. Pimpinan Penyiaran VOA yang melengserkannya akhirnya dicopot oleh Presiden AS yang baru, Joe Biden.

PRESIDEN AS ke-46 Joe Biden yang baru dilantik Rabu lalu (20/1) mencopot Direktur Penyiaran Voice of America (VOA) Robert Reilly dan wakilnya, Elisabeth Robbins.

Sebelumya Reilly yang baru diangkat tiga pekan lalu melengserkan koresponden Indonesia yang bertugas di Gedung Putih, Patsy Widakuswara setelah ia dalam acara jumpa pers beberapa waktu lalu mencecar pertanyaan kepada Menlu AS Mike Pompei.

Saat itu Patsy melontarkan pertanyaan kepada Menlu AS Pompeo apakah ia  menyesal mengatakan akan ada pemerintahan Trump masa jabatan kedua setelah kemenangan Biden terlihat jelas.

Biden dan pasangannya, Kemala Haris dalam pilres AS yang digelar 3 November tahun lalu memperoleh 306 suara di electoral  college atau jauh diatas minimal 270 suara yang diperlukan, sementara Trump hanya mampu mengumpulkan 232 suara.

Trump tidak terima dengan kekalahan itu dan menilai, hasil perhitungan suara dicurangi, padahal ia merasa seharusnya dirinya lah yang memenangi pilpres.

Para pejabat VOA yang diberhentikan tersebut, seperti dilansir oleh kantor berita Asociated Press terkait dengan Presiden AS ke-45 Donald Trump dan langkah tersebut agaknya diambil untuk mengatasi kekhawatiran bahwa Badan Media Global AS (USAGM) diubah menjadi saluran propaganda pro-Trump.

Patsy mengawali kariernya sebagai jurnalis saat berusia 19 tahun antara lain sebagai penyiar di radio FM Prambors, ANT TV dan Metro TV sebelum menjadi koresponden di AS dan resmi bertugas sebagai wartawan yang meliput kegiatan di Gedung Putih sejak 2018.