RS Rujukan di Jabodetabek Penuh

RS di wilayah Jabodetabek penuh akibat lonjakan pasien Covid-19 yang terus mengalir karena penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit tersebut belum bisa dikendalikan.

WAKIL Ketua Umum Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Slamet Budiarto mengungkapkan, seluruh rumah sakit rujukan di wilayah Jabodetabek saat ini sudah penuh.

“Kapasitas RS Rujukan sudah full di wilayah Jabodetabek. Hulunya, angka infeksi (Covid-19-red) harus ditekan, “ kata Slamet seperti dikutip Kompas.com. (22/1).

Menurut catatan di wilayah DKI Jakarta saja tercatat 101 RS Rujukan Covid-19, delapan berdasarkan SK Kementerian Kesehatan dan 93 berdasarkan SK Pemrov DKI Jakarta dengan kapasitas tempat tidur seluruhnya 8.890 unit.

Slamet juga menyebut kebijakan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) di Jawa dan Bali hingga saat ini belum terlihat hasilnya.

PPKM pertama yang diberlakukan antara 11 dan 25 Januari diperpanjang 14 hari lagi dari 26 sampai 8 Febuari dengan sejumlah pembatasan hampir sama seperti aturan kerja di rumah (WFH) bagi 75 persen karyawan, makan di tempat 25 persen dan pembatasan kapasitas rumah ibadah 50 persen.

“PPKM belum kelihatan hasilnya. Perpanjangan PPKM juga belum bisa dinilai. Kalau tidak bisa (menekan penularan), ya harus diperketat lagi,” tegas Slamet.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, angka keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) rumah sakit rujukan Covid-19 di tujuh provinsi di Tanah Air mencapai lebih dari 70 persen. Dari tujuh provinsi itu, lima di antaranya tersebar di Pulau Jawa yakni di DKI Jakarta, DIY Yogyakarta, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tmur.

Dengan data  trsebut, kata Wiku, tampak bahwa provinsi-provinsi di Pulau Jawa memiliki kasus aktif Covid-19 yang cukup tinggi sehingga angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit meningkat.

Selain lima provinsi tersebut, Wiku juga memberikan catatan pada delapan daerah yang memiliki angka keterisian tempat tidur 50-69 persen. Delapan daerah itu ialah Jawa Tengah, Bali, Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur.