Tega Perkarakan Orangtua

Kakek Koswara, digugat anak sendiri di Pengadilan gara-gara soal warisan.

MORAL sering tak berbanding lurus dengan hukum, misalnya dalam sengketa warisan. Di zaman milenial yang selalu berkutat dengan material dan nominal, kini banyak anak kandung menggugat orangtuanya gara-gara warisan. Secara hukum mungkin benar, tapi secara moral jelaslah salah! Kok bisa-bisa dan tega-teganya, anak kandung memperkarakan orangtua gara-gara soal warisan. Dari kecil dipelihara, disekolahkan, dikawinkan, kok di hari tua malah menggugat orangtuanya. Di mana moralnya?

Dalam minggu ini, muncul anak-anak durhaka dari Bandung, Palembang dan Salatiga. Mereka tega memperkarakan orangtua kandungnya sendiri di Pengadilan, lantaran masalah harta warisan. Sebetulnya sudah dibuka mediasi terhadap para pihak, tapi tak bergeming, karena ambisinya menguasai harta warisan itu.

Di Bandung misalnya, Koswara (85) warga Cinambo, digugat oleh anak kandungnya, Deden. Masalahnya, sebidang tanah seluas 3.000 M2 milik orangtuanya, dijual sang ayah, padahal di situ ada toko milik Deden seluas 3 X 2 M yang selalu dikontraknya dari orangtua. Deden didukung ketiga adiknya, masing-masing Masitoh, Ajid dan Mochtar. Sedangkan dua anak yang lain, Imas dan Hamidah berada di kubu ayah.

Lewat pengacara Masitoh yang anak kandung sendiri, Koswara digugat di PN Bandung sebanyak Rp 3.220.000.000,- Sakit hati atas kelakuan ke 4 anaknya, Koswara bikin pernyataan di depan notaris bahwa  Deden dan ketiga adiknya, Masitoh, Ajid dan Mochtar, tidak diakui lagi sebagai anaknya. Resikonya mereka nantinya takkan lagi memperoleh hak waris manakala ayah meninggal.

Kemudian di Semarang, Afian Prabowo (25) menggugat ibu kandungnya, Dewi Firdauz ke PN Salatiga, karena mobil Toyota Fortuner yang atas namanya, dimasukkan ibu dalam harta gono-gini ketiga kedua orangtuanya bercerai. Padahal Dewi Firdauz pakai nama anak dalam BPKB mobil barunya, demi menghindari pajak progresip. Karenanya ketika pembagian harta gono-gini mobil tersebut dimasukkan, karena itu dibeli dari uang gajinya sebagai PNS.