Sejumlah Warga Sleman Berlarian ketika Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas

Aktivitas vulkanik G. Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah meningkat lagi sejak Selasa (6/2) lalu. Masyarakat di sekitarnya harus waspada dan melakukan persiapan menghadapi kemungkinan situasi terburuk.

SLEMAN – Sejumlah warga di lereng Gunung Merapi di Dusun Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul, Kelurahan Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berlarian keluar rumah saat terjadi awan panas yang cukup besar sekitar pukul 13.35 WIB.

Camat (Panewu) Cangkringan Suparmono  mengatakan sejumlah warga Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul sempat merasa kaget dan berlari keluar rumah saat terjadi awan panas cukup besar dari Merapi pada siang tadi. “Namun, tidak terlalu lama, dan saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Menurut dia, sampai saat ini kondisi di Kalitengah Lor maupun Kalitengah Kidul masih relatif aman dan tidak terpantau adanya hujan abu di wilayah setempat.

“Tidak ada evakuasi warga lereng Merapi. Mereka tidak diungsikan ke barak. Saat ini sudah pulang ke rumah masing-masing,” katanya.

Pihaknya bersama jajaran TNI dan Polri serta Tagana dan sejumlah kelompok relawan masih terus melakukan pemantauan setiap perkembangan aktivitas Merapi.

Sebelumnya BPPTKG Yogyakarta merilis bahwa Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, mengeluarkan awan panas guguran sebanyak 14 kali dengan jarak luncur maksimum sejauh 1.500 meter ke arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong.