Bertetangga dengan Penderita Covid-19

Seoranga pasien Covis-19 dalam keranda isolasi di RSUD Depok. Sejumlah RS Rujukan di Depok kewalahan menampung lonjakan pasien Covid-19.

Sebagai “Mantan” Penderita Positif Covid-19, Penulis ingin sharing utk kebaikan kita bersama dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

Bahwa menderita Covid-19 bukanlah sebuah aib yang membuat kita menjadi hina. Namun, ujian ini adalah sebuah Takdir dari Allah SWT yang bisa terjadi kepada siapa saja termasuk kita.

Bagi penderita yang terpapar Covid-19, sebaiknya ujian tersebut kita terima dengan lapang dada.

Begitu pula, bagi kita yang bertetangga dengan penderita, janganlah merasa paranoid dengan mereka yang terpapar Covid-19! Karena, dalam satu rumah pun belum tentu kita terpapar Virus ini. Sebaliknya, tugas berjamaah (Fardu Kifayah) kita adalah “Fastabiqul Khairat” (berlomba dalam kebaikan) untuk membantu tetangga kita yang sedang menderita sakit tersebut, dengan cara:

1. Tetap menjaga Protokol Kesehatan, 3M (Memakai Masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak).

2. Bersama tetangga lainnya (secara bergiliran) atau bekerjasama dengan RT, RW, PKK, Satgas Covid, DKM, LPM setempat dan Relawan untuk membantu kebutuhan pokok mereka (makanan, minuman dan buah2an).
Bila perlu, bantulah dia dengan obat-obatan atau rempah-rempahan.

Donasi tersebut sangat membantu bagi mereka yang sedang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman), terlebih lagi bagi penderita yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan tidak punya akses media sosial alias gaptek.

Untuk menjaga penularan, sebaiknya, bantuan diletakkan di pagar rumahnya.

3. Beri semangat penderita Covid-19 dengan tetap berkomunikasi melalui media sosial karena hal ini secara psikologis dapat membantu dalam penyembuhannya.

4. Melakukan penyemprotan Desinfektan secara berkala di lingkungan sekitar lokasi rumah yang terpapar Covid-19.

Semoga informasi ini bisa mengurangi jumlah korban Covid-19 dan membantu menanggulangi Pandemi Covid-19 di Indonesia.
Aamiin.

Wong Kampung