Selandia Baru Cabut Penguncian 3 Hari Akibat Covid 19 Varian Baru di Auckland

Jenis Covid-19 yang muncul tanpa gejala dan terjadinya transmisi lokal merupakan ancaman outbreak virus yang sudah menewaskan hampir 109.000 orang dan memapar 1,8 juta orang di 204 negara di dunia.

WELLINGTON – Selandia Baru akan mencabut penguncian COVID-19 di kota terbesar Auckland dan mengurangi pembatasan di seluruh negeri mulai tengah malam pada Rabu, (17/2/2021).

Hal itu disampaikan langsung Perdana Menteri Jacinda Ardern, Selasa (16/2/2021).

Sekitar 2 juta penduduk Auckland terjebak dalam penguncian selama tiga hari mulasi Senin, (15/2/2021) setelah varian baru COVID-19 yang muncul di Inggris, menulari sebuah keluarga yang terdiri dari tiga orang di Auckland.

Otoritas kesehatan setempat melaporkan, tiga kasus baru COVID-19 yang ditularkan secara lokal pada hari Rabu, semuanya dari rumah yang sama dengan anak yang dites positif pada hari Minggu.

Penguncian Auckland adalah yang pertama di negara itu selama sekitar enam bulan, setelah penutupan nasional pada awal pandemi yang berhasil menghanmbat penularan lokal.

Menurut Reuters, Rabu (17/2/2021), Selandia Baru akan mulai menginokulasi 5 juta orangnya untuk melawan virus corona baru pada 20 Februari, setelah menerima vaksin Pfizer-BioNTech awal pekan ini.