Dana Otsus Papua, Bancakan Elite

Wajah kemiskinan tidak banyak berubah selama puluhan tahun walau dana Otsus Rp93 triliun lebih untuk Prov. Papua dan 33,9 triliun untuk Prov. Papua Barat digelontorkan sejak 2002 dan 2009. Dana banyak yang jadi bancakan oknum elite.

POLISI menemukan penyimpangan penggunaan dana Otsus Papua berupa penggelembungan harga dalam pengadaan barang dengan kerugian negara ditaksir Rp1,7 triliun.

Hal itu diungkapkan oleh Karo Analis Baintelkam Polri Brigjen. Pol Achmad Kartiko pada rapim Polri di Mabes Polri, Jakarta (17/2).

Hasil temuan BPK juga mengungkap sejumlah pemborosan penggunaan anggaran Otsus yang sedianya diperuntukkan bagi peningkatan kesejahteran penduduk dan percepatan pembangunan di Papua. Pemborosan a.l. berupa mark-up perekrutan tenaga kerja, proyek tenaga listrik dan tenaga surya serta pembangunan PLTA senilai Rp9,67 milyar.

Menurut catatan, pemerintah telah mengucurkan alokasi dana Otsus setiap tahun untuk Provinsi Papua sebesar Rp93,05 triliun sejak 2002 dan Papua Barat Rp33,9 triliun lebih sejak 2009.

Di luar dana Otsus, kedua provinsi juga masih menerima Transfer Dana ke Daerah serta Dana Desa (TKDD) yang nilainya dari tiga persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional.

TKDD di Papua dan Papua Barat sendiri mencapai masing-masing Rp 23,19 juta dan Rp 13,98 juta per kapita atau yang tertinggi dibandingkan dengan provins-provinsi lainnya.

LSM Green Papua mengklaim telah mengumpulkan sekitar 655 ribu tandatangan yang menolak perpanjangan Otsus di wilayah terujung NKRI itu karena lebih banyak dimanfaatkan oleh para elite, di daerah mau pun pusat.

Sebaliknya, RUU tentang perubahan UU No. 21 tahun 2021 tentang Otsus Papua disepakati oleh Badan Legislatif DPR dan Kementerian Hukum dan HAM ke program prolegnas.

Rapat paripurna DPR yang digelar, Rabu pekan lalu (10/2) juga telah menyepakati pembetukan pansus Revisi UU No. 21 tahun 2001 tentang Otsus Papua. Program dana Otsus bagi Papua dan Papua Barat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBN akan berakhir pada tahun 2021.