Myanmar Mogok Nasional

Warga Myanmar mogok nasional. Foto: EPA

MANDALAY – Myanmar memulai melakukan pemogokan umum nasional Senin (22/2/2021), meskipun ada jam malam, blokade jalan dan banyak melakukan penangkapan semalam.

Amerika Serikat memperingatkan akan mengambil tindakan tegas terhadap militer Myanmar jika terus menindak orang-orang yang menyerukan pemulihan negara.

Setidaknya dua orang tewas setelah kekerasan selama akhir pekan ini, ketika ribuan orang berkumpul pada hari Minggu di Naypyidaw untuk pemakaman Mya Thwate Thwate Khaing yang berusia 20 tahun.

Anak muda itu ditembak di bagian kepala ketika melakukan protes di ibu kota negara, 9 Februari.

Kematian selama akhir pekan, salah satunya berusia 16 tahun, terjadi di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar setelah polisi menembakkan peluru tajam untuk mencoba membubarkan kerumunan. Sedikitnya 20 orang terluka.

Kekerasan telah menimbulkan kekhawatiran, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan penggunaan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa damai tidak dapat diterima.

Dikutip dari Al Jazeera, Senin (22/2/2021) di Ahad malam, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga mengutuk kekerasan tersebut.