Pada Tim LKC DD, Penyintas Banjir Jatiasih Keluhkan Terserang Gatal-gatal

BEKASI – Penyintas banjir di wilayah Kecamatan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan penyakit kulit yang muncul setelah rumah mereka terendam banjir dua hari terakhir.

“Iya pak, ini mulai gatal-gatal dari kemarin,” aku Maryati (59) warga penyintas asal Kampung Salak Bawah, Jatiasih.

Beruntung, keluhan tersebut dapat langsung disampaikan kepada tim Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa yang telah datang ke lokasi sejak Sabtu (20/2/2021).

Warga pun satu per satu berkonsultasi dengan tenaga medis yang bersiaga. Diakui oleh tenaga medis, bahwa memang fenomena kutu air banyak terjadi ketika bencana banjir. Karenanya, tenaga medis telah menyuap obat-obatab berkaitan denga keluhan tersebut.

“Sejauh ini warga banyak yang datang ke pos kesehatan dengan keluhan gatal-gatal di kaki. Beberapa diantaranya sudah luamyan parah. Karenanya kamu berikan obat-obatan minum dan juga saleb,” terang Faisal, Koordinator Tim Kesehatan LKC yang bertugas.

Selain kutu air, ancaman luka pada kaki juga sering dialami oleh penyintas maupun relawan. Serpihan atau material yang dibawa banjir, terkadang dapat secara tidak sengaja melukai kaki. Bila tidak ditangani dengan baik, warga bisa terancam terinfeksi tetanus.

“Kalau luka paling banyak dialami relawan ya, karena mereka sering terjun evakuasi sehingga sesekali kaki mereka terluka. Kami tangani dengan membersihkan luka, agar ancaman infeksi tidak terjadi,” tambah Faisal, dilansir dompetdhuafa.org.